Bambang Haryo Dukung Prabowo Bangun Jalur Kereta di Luar Jawa, Dorong Pemerataan Ekonomi Nasional

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 5 November 2025 | 08:36 WIB
 Bambang Haryo Apresiasi Rencana Presiden Prabowo Bangun Jalur Kereta di Luar Jawa.  (BHS)
Bambang Haryo Apresiasi Rencana Presiden Prabowo Bangun Jalur Kereta di Luar Jawa. (BHS)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), memberikan apresiasi atas rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperluas pembangunan jaringan kereta api ke luar Pulau Jawa.Baca Juga: Pemkot Bengkulu Tegaskan Kometmen Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah

Menurutnya, kebijakan ini sangat strategis untuk memperkuat sistem logistik nasional, distribusi hasil sumber daya alam, sekaligus menyediakan transportasi massal yang efisien bagi masyarakat.

BHS menilai langkah ini sejalan dengan misi pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia, khususnya luar Jawa yang selama ini masih tertinggal dalam infrastruktur transportasi.Baca Juga: Mutasi Perdana, Wakil Wali Kota Bengkulu Lantik Tujuh Pejabat Eselon II

Ia menjelaskan, jaringan rel di Indonesia sebenarnya sudah dibangun sejak masa kolonial Belanda di empat pulau besar — Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi — dengan total panjang sekitar 7.300 kilometer.

Di Sumatera saja, sudah ada sekitar 2.200 kilometer rel yang digunakan untuk angkutan publik dan logistik, yang sejatinya merupakan cikal bakal sistem Kereta Trans Sumatera.Baca Juga: PWI Pusat Gelar Berbagai Ajang Penghargaan di HPN, Disiapkan Hadiah Rp500 Juta

BHS berharap pemerintah, terutama Kementerian Perhubungan, menjadikan pembangunan rel konvensional di luar Jawa sebagai prioritas nasional.Baca Juga: KPK Ingatkan Pejabat Bengkulu dan Istri Tak Pamer Harta

Ia mencontohkan, proyek Trans Sumatera masih membutuhkan tambahan sekitar 1.300 kilometer jalur rel dari Lampung hingga Aceh dengan estimasi biaya Rp40 miliar per kilometer — total sekitar Rp52 triliun.

“Dengan anggaran itu, Indonesia sudah bisa memiliki jalur kereta Trans Sumatera yang efisien untuk memperkuat konektivitas logistik nasional,” ujarnya.

BHS juga menyarankan pemerintah menambah 100 rangkaian kereta baru senilai sekitar Rp10 triliun, yang bisa digunakan untuk angkutan penumpang dan barang.Baca Juga: Wamenhut Tinjau Koridor Gajah Seblat, Tegaskan Komitmen Pemerintah Selamatkan Habitat Gajah Sumatera

Menurutnya, sistem ini mampu mengangkut jutaan penumpang serta miliaran ton logistik hasil sumber daya alam dan pertanian setiap tahunnya.

Selain di Sumatera, ia menyoroti pentingnya proyek Trans Sulawesi sepanjang 1.750 kilometer dengan estimasi biaya sekitar Rp60 triliun, yang dinilainya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di enam provinsi di Sulawesi.Baca Juga: Dukung Program Pemerintah, PT Astrindo Senaputra Kolaborasi dengan Yayasan Pendiri Dapur MBG

Bambang Haryo Soekartono (BHS)

“Kalau Trans Sumatera dan Trans Sulawesi bisa diwujudkan dengan total biaya di bawah Rp200 triliun, dampaknya akan sangat besar bagi pemerataan ekonomi di lebih dari 15 provinsi,” tegasnya.Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dukung Aturan Jam Pengisian Solar Subsidi di Jayapura untuk Ciptakan Antrean Tertib dan Nyaman

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X