Menko Polkam Kutuk Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo, Pemerintah Janji Kejar Pelaku

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 4 Juli 2026 | 20:56 WIB
Pemerintah mengutuk pembakaran pesawat AMA di Yahukimo, Papua Pegunungan. Pilot tewas, aparat diminta usut pelaku dan perketat pengamanan.
Pemerintah mengutuk pembakaran pesawat AMA di Yahukimo, Papua Pegunungan. Pilot tewas, aparat diminta usut pelaku dan perketat pengamanan.

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengecam keras pembakaran pesawat AMA PK-RCY di Bandara Perintis Ipdeheik, Kampung Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden yang menewaskan pilot pesawat, Nicholas F. Goselin, itu diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan pemerintah mengutuk tindakan kekerasan tersebut, termasuk dugaan pembunuhan terhadap pilot pesawat AMA yang selama ini melayani penerbangan di wilayah pedalaman Papua.

Kepala Biro Humas dan Data Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, M.MDS, mengatakan sejak menerima informasi awal mengenai insiden tersebut, Kemenko Polkam langsung melakukan pemantauan intensif dan menjalin koordinasi dengan TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.

Menurut Honi, langkah koordinatif dilakukan untuk memastikan penanganan insiden berjalan cepat, mulai dari proses evakuasi korban, pengamanan lokasi, hingga penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembakaran pesawat bernomor seri 923 itu.

“Kemenko Polkam terus memonitor perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, serta instansi terkait dalam penanganan insiden pembakaran pesawat AMA PK-RCY di Bandara Perintis Ipdeheik, Yahukimo,” ujar Honi, Kamis (2/7/2026).

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi jenazah pilot AMA, Nicholas F. Goselin. Evakuasi berhasil dilakukan pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIT oleh personel gabungan TNI, Polri, dan unsur pendukung lainnya.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) Timika. Selanjutnya, Koops TNI Habema akan menyerahkan jenazah kepada pihak PT AMA untuk diterbangkan ke Jakarta.

Kemenko Polkam menegaskan, pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil maupun sarana transportasi udara yang memiliki peran vital bagi kehidupan warga di Papua. Penerbangan perintis dinilai menjadi salah satu urat nadi distribusi logistik, mobilitas warga, hingga pelayanan publik di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

Karena itu, pemerintah memastikan akan terus mendorong proses penyelidikan secara menyeluruh serta penegakan hukum tegas terhadap para pelaku. Aparat TNI-Polri juga diminta memperkuat pengamanan penerbangan perintis guna menjamin keselamatan awak pesawat, penumpang, dan masyarakat yang bergantung pada layanan transportasi udara di Papua.

“Pemerintah tidak akan menoleransi tindakan keji seperti ini. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, dan pengamanan terhadap penerbangan perintis perlu diperkuat agar keselamatan masyarakat tetap terjamin,” tegas Honi.

Insiden ini kembali menyoroti tantangan keamanan di wilayah Papua, khususnya terhadap transportasi udara perintis yang selama ini menjadi penghubung utama bagi masyarakat di daerah-daerah yang sulit dijangkau lewat jalur darat. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan pelayanan publik di Papua tetap berjalan.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X