Debut di DPR, Dirut Baru KAI Bobby Rasyidin Ungkap Perjalanan dari Industri Pertahanan ke Transportasi Kereta Api

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 06:51 WIB
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin. (X.com/@MasPur)
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin. (X.com/@MasPur)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, untuk pertama kalinya hadir dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Bobby resmi ditunjuk sebagai Dirut KAI pada 12 Agustus 2025 menggantikan Didiek Hartantyo. Penetapan itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management, masing-masing bernomor SK-223/MBU/08/2025 dan SK.038/DI-DAM/DO/2025.

Dalam kesempatan perdananya di hadapan DPR, Bobby memperkenalkan diri sekaligus menceritakan latar belakang kariernya. Ia mengakui, sebelumnya lama berkiprah di sektor pertahanan yang sangat berbeda dengan dunia perkeretaapian.

“Saya Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api. Sebelumnya saya menjabat sebagai Direktur Utama PT LEN Industri (Persero), holding industri pertahanan. Jadi memang agak berbeda, dari pertahanan kini ke kereta api,” ungkapnya.

Meski begitu, ia melihat ada benang merah yang menyatukan kedua sektor tersebut. Menurutnya, di LEN Industri yang diperjuangkan adalah ketahanan pertahanan, sementara di KAI berfokus pada ketahanan sosial. “Sama-sama bicara soal ketahanan bangsa, hanya konteksnya yang berbeda,” jelasnya.

Tak hanya Bobby, Direktur Keuangan dan Umum KAI, Indarto Pamoengkas, juga merupakan alumni PT LEN Industri. Ia menuturkan pernah mendampingi Bobby selama kurang lebih empat tahun di perusahaan pertahanan tersebut.

Sebelum dipercaya memimpin KAI, Bobby dikenal luas di industri pertahanan. Sejak 10 Desember 2020 hingga 21 Februari 2025, ia menjabat Direktur Utama PT LEN Industri, induk BUMN pertahanan yang tergabung dalam holding Defend ID. Di sana, ia fokus memperkuat teknologi dalam negeri, meningkatkan kemandirian industri pertahanan, serta menjalin kemitraan global untuk memperkuat alutsista nasional.

Sebelum berkiprah di BUMN, Bobby lebih dulu meniti karier di sektor telekomunikasi. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Alcatel Lucent Indonesia, bahkan di usia 38 tahun menjadi profesional muda asal Indonesia pertama yang dipercaya memimpin perusahaan jaringan telekomunikasi raksasa asal Prancis tersebut.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X