Goh Cheng Liang, Pendiri Wuthelam dan Pemilik Saham Mayoritas Nippon Paint, Tutup Usia di 98 Tahun

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 10:10 WIB
Goh Cheng Liang, pengusaha sekaligus pemegang saham utama Nippon Paint meninggal dunia di usia 98 tahun pada Selasa, 12 Agustus 2025. (X.com/NipponPaintID)
Goh Cheng Liang, pengusaha sekaligus pemegang saham utama Nippon Paint meninggal dunia di usia 98 tahun pada Selasa, 12 Agustus 2025. (X.com/NipponPaintID)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Dunia bisnis Singapura kehilangan salah satu tokoh besarnya. Goh Cheng Liang, pengusaha sukses sekaligus dermawan, meninggal dunia pada Selasa (12/8/2025) di usia 98 tahun.

Kabar duka ini disampaikan pihak keluarga dalam pernyataan resmi yang dikutip South China Morning Post (SCMP) di hari yang sama. Goh dikenal sebagai pendiri Wuthelam Group dan pemegang saham terbesar perusahaan cat ternama, Nippon Paint.

Menurut Straits Times, Goh merupakan salah satu orang terkaya di Singapura dengan kekayaan bersih mencapai 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp221,78 triliun.

Perjalanan hidupnya menjadi inspirasi banyak orang. Lahir dari keluarga sederhana, Goh menghabiskan 12 tahun pertama hidupnya di kamar sewaan kecil bersama kedua orang tua, tiga saudara perempuan, dan satu saudara laki-laki.

Saat Perang Dunia II, ia dikirim ke Muar, Johor, membantu saudara iparnya berjualan jaring ikan. Pada 1943, Goh kembali ke Singapura dan mencoba membuka usaha minuman bersoda, namun gagal. Ia kemudian bekerja di sebuah toko peralatan.

Kesempatan emas datang pada 1949, ketika tentara Inggris melelang perlengkapan pascaperang. Goh membeli beberapa barel cat dengan harga murah dan, bermodalkan kamus Mandarin tentang bahan kimia, ia mulai meracik cat yang diberi merek Pigeon Brand.

Bisnisnya berkembang pesat pada awal 1950-an, saat Perang Korea membatasi impor barang dan memicu lonjakan permintaan cat. Keberhasilan ini membawanya menjadi distributor resmi Nippon Paint.

Pada 1974, ia mendirikan Wuthelam Holdings yang kemudian tumbuh menjadi konglomerat internasional dan kini menguasai hampir 60% saham Nippon Paint di Bursa Efek Tokyo.

Di luar dunia usaha, Goh dikenal sebagai filantropis. Ia mendanai penelitian medis, khususnya pengobatan kanker, memberikan beasiswa bagi pelajar kurang mampu, serta menyalurkan bantuan ke berbagai lembaga sosial. Yayasan Goh juga mendukung penelitian kanker anak di Rumah Sakit Wanita dan Anak KK, Yayasan Viva, serta Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura—kontribusi yang memberi dampak besar bagi layanan kesehatan di negeri itu.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X