BHS juga menekankan urgensi pembangunan jaringan rel di Aceh untuk mendukung kawasan industri dan pelabuhan yang sedang direncanakan, sekaligus menghadapi persaingan logistik dengan Singapura dan Malaysia di kawasan Selat Malaka dan Selat Sunda.
“Dengan sistem kereta api yang terintegrasi, Indonesia bisa mengangkut bahan mentah dari daerah menuju industri di Sumatera, lalu mendistribusikan hasil olahan ke Jawa maupun pasar ekspor,” ujarnya.Baca Juga: Sri Hartono Dorong Pemerintah Kaji Kenaikan Usia Pensiun Guru hingga 65 Tahun
Ia menambahkan, fokus utama pemerintah sebaiknya adalah pembangunan kereta konvensional di seluruh Indonesia sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik nasional. Setelah itu, barulah proyek kereta cepat seperti rute Jakarta–Surabaya hingga Banyuwangi bisa dikembangkan.*Baca Juga: Pulsagram Permudah Akses Digital Terjangkau bagi Masyarakat Indonesia