Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah menghidupkan kembali BUMN tekstil.Baca Juga: BYD Uji Nyali Mobil Listrik di Sirkuit All-Terrain Zhengzhou, Edukasi NEV Bertaraf Global
Menurutnya, sandang merupakan kebutuhan dasar manusia yang wajib dijamin negara sebagaimana amanat konstitusi.
Ia menegaskan, kebutuhan pokok manusia mencakup sandang, pangan, dan papan. Bahkan, sandang seharusnya menjadi prioritas utama yang dipenuhi negara, sebelum pangan dan perumahan.Baca Juga: Setahun MBG Berjalan, ICW Soroti Pengadaan Rp1 Triliun: Dari Seragam hingga Alat Makan Dipertanyakan
Hal ini selaras dengan UUD 1945 serta UU Nomor 13 Tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin.
Bambang Haryo mengaku prihatin atas pembubaran BUMN Tekstil pada era pemerintahan sebelumnya.Baca Juga: Aksi Heroik di Tanjakan Depok! Fortuner Putih Hadang Truk Overload yang Meluncur Mundur
Padahal, keberadaan BUMN tekstil dinilai strategis sebagai penyangga industri sandang nasional agar tidak terjadi kartel, kelangkaan barang, lonjakan harga, maupun penurunan kualitas produk.
Ia menilai, BUMN Sandang seharusnya berperan sebagai stabilisator industri, pasar, harga, hingga mutu, sehingga masyarakat mendapatkan produk sandang yang terjangkau dan berkualitas.Baca Juga: Misi Eropa John Herdman! Sinyal Panggil Diaspora Jelang Ujian Perdana Timnas Indonesia
Pembubaran Industri Sandang Nusantara (ISN) pada 2020 melalui PP No.14 Tahun 2020 disebutnya sebagai kebijakan yang merugikan seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, Bambang Haryo mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang berencana membangun kembali industri sandang nasional.Baca Juga: Kuota Gas Elpiji Subsidi 3 Kg Bengkulu Tahun 2026 Berkurang 4.000 Metrik Ton
Ia menyebut langkah tersebut sebagai kebijakan kemanusiaan yang sejalan dengan kewajiban negara dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Ia juga menilai target peningkatan ekspor industri sandang dari 4 miliar dolar AS menjadi 40 miliar dolar AS dalam 10 tahun masih realistis, asalkan disertai keseriusan pemerintah dan inovasi tinggi agar mampu bersaing di pasar global.Baca Juga: DO DEEWANE SEHER MEIN Siap Bikin Baper! Romansa Puitis Mrunal Thakur & Siddhant Chaturvedi Tayang 20 Februari 2026
Menurutnya, penggunaan bahan baku lokal seperti kapas dalam negeri akan memperkuat industri hulu dan mengurangi ketergantungan impor, terutama dari China.
Selain itu, dukungan terhadap industri kreatif juga perlu ditingkatkan agar lahir produk sandang unik yang memiliki daya tarik internasional.Baca Juga: DO DEEWANE SEHER MEIN Siap Bikin Baper! Romansa Puitis Mrunal Thakur & Siddhant Chaturvedi Tayang 20 Februari 2026
Tak kalah penting, Bambang Haryo mendorong gerakan cinta produk dalam negeri agar konsumsi domestik meningkat seiring pertumbuhan ekspor.
Artikel Terkait
Desak Pengaktifan 15 Kapal LCT, Bambang Haryo Soroti Kemacetan Parah dan Keamanan Penyeberangan di Ketapang
Bambang Haryo: Pemindahan IKN Harus Dikaji Ulang Demi Hindari Beban Rakyat
Kemenperin Ungkap Kontradiksi Asosiasi Tekstil
Bambang Haryo Dukung Prabowo Bangun Jalur Kereta di Luar Jawa, Dorong Pemerataan Ekonomi Nasional
DPR: Thrifting Bukan Biang Kerok, Masalah Utama Ada pada Serbuan Tekstil Ilegal