Vatikan, SUARA PEMBARUAN - Tahta Suci bersiap memasuki momen bersejarah. Vatikan secara resmi mengumumkan bahwa konklaf untuk memilih Paus baru akan dimulai pada 7 Mei 2025.Baca Juga: Wamen PPPA Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi Keluarga, PNM dan Pemda Cilacap Sepakat Perkuat Pemberdayaan
Para kardinal dari seluruh dunia dijadwalkan berkumpul di Kapel Sistina untuk memulai proses sakral dan rahasia yang akan menentukan pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia.Baca Juga: UNDIP, Binus, dan SCCR Indonesia Perkuat Kolaborasi Inovatif untuk Kesejahteraan Masyarakat
Konklaf ini digelar menyusul wafatnya Paus Fransiskus pada 2 April 2025 di usia 88 tahun. Kepemimpinan beliau selama lebih dari satu dekade dikenang karena reformasi pastoral dan keterbukaannya terhadap dialog lintas agama. Kini, dunia menantikan siapa yang akan meneruskan jejaknya.Baca Juga: PNM Tegaskan Tak Tawarkan Pinjaman Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Digital
Profil Kandidat Potensial
Meskipun sifat konklaf sangat tertutup dan penuh misteri, sejumlah nama mencuat sebagai kandidat kuat:Baca Juga: Jepang Kagum, Indonesia Mampu Tiga Kali Tanam Padi dalam Setahun
Kardinal Matteo Zuppi (Italia) – Dikenal sebagai tokoh moderat progresif, dekat dengan nilai-nilai Paus Fransiskus dan aktif dalam dialog antaragama serta pelayanan sosial.Baca Juga: Membanggakan, Tri Brata Raflesia FC Polda Bengkulu Tembus 32 Besar Liga Sepak Bola Nasional 4
Kardinal Peter Turkson (Ghana) – Figur berpengaruh dari Afrika dengan pengalaman dalam masalah keadilan sosial dan lingkungan. Namanya sering disebut sebagai calon Paus kulit hitam pertama.Baca Juga: UNDIP Gandeng Industri, Ubah Limbah Jadi Potensi Ekonomi untuk Masyarakat Pesisir Demak
Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina) – Tokoh Asia yang sangat populer dan dekat dengan umat. Gaya kepemimpinannya yang rendah hati dan penuh belas kasih membuatnya banyak didukung.Baca Juga: Terbongkar di Persidangan, Mantan Wali Kota Semarang Mbak Ita Pernah Suruh Camat Musnahkan HP Demi Hilangkan Jejak Dugaan Korupsi
Kardinal Jean-Marc Aveline (Prancis) – Menonjol di bidang teologi dan dikenal aktif dalam menjembatani hubungan antar budaya di Eropa.Baca Juga: Aipda Waryanta Sisipkan Pesan Kamtibmas Saat Jadi Dalang Manten dan MC
Sekilas Tentang Konklaf
Konklaf (dari bahasa Latin cum clave, berarti "dengan kunci") adalah proses pemilihan Paus yang dilakukan oleh para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun. Mereka akan tinggal dalam pengasingan total di dalam Vatikan, tanpa akses ke media atau komunikasi luar, hingga tercapai suara dua pertiga untuk seorang kandidat.Baca Juga: Setelah Ramai Soal Wisuda Sekolah, Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Dugaan Debat yang Direkayasa
Meskipun saat ini ada lebih dari 250 kardinal di seluruh dunia, hanya mereka yang berusia di bawah 80 tahun yang diizinkan untuk memberikan suara. Jumlah kardinal yang memenuhi syarat dan punya hak pilih adalah 135 orang.Baca Juga: Indorama Siap Bangun Pabrik Amonia Biru Rp33,7 Triliun di AS, Airlangga Singgung Diplomasi Tarif Trump
Ritual konklaf yang paling ikonik adalah munculnya asap dari cerobong Kapel Sistina: hitam berarti belum terpilih, putih menandakan telah terpilih Paus baru.Baca Juga: Rosan Roeslani Ungkap Prabowo Ingin Bersih-bersih, Danantara Kini Pegang Kendali 844 Perusahaan BUMN
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kirim Surat Duka Cita untuk Paus Fransiskus, Diantar Utusan Khusus Dipimpin Mantan Presiden Jokowi
Tangis Dunia Mengiringi Kepergian Paus Fransiskus: Simbol Cinta dan Perdamaian Beristirahat dalam Damai
Menanti Konklaf Usai Wafatnya Paus Fransiskus, Siapa Penerus Tahta Suci?
Presiden Berganti, Diplomasi Tetap Berlanjut: Strategi di Balik Pengutusan Jokowi ke Pemakaman Paus
Mengantar Pesan Damai dari Prabowo, Jokowi Sampaikan Doa Haru untuk Paus Fransiskus