Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengirimkan surat pribadi berisi ungkapan duka cita mendalam kepada Paus Fransiskus atas wafatnya seorang tokoh penting di Vatikan.
Surat tersebut disampaikan langsung oleh utusan khusus pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh mantan Presiden Joko Widodo.
Dalam pernyataan resmi dari Istana Negara, Presiden Prabowo menyampaikan rasa belasungkawa yang tulus atas kehilangan besar yang dirasakan oleh umat Katolik sedunia.
"Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan simpati dan doa kepada Sri Paus serta seluruh umat Katolik di dunia," ujar Prabowo dalam suratnya.
Misi utusan khusus ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap peran besar yang dijalankan oleh Tahta Suci dalam menjalin perdamaian global dan dialog antaragama.
Dipilihnya mantan Presiden Jokowi sebagai pemimpin delegasi disebut sebagai simbol keberlanjutan diplomasi dan penghormatan lintas pemerintahan.
Delegasi dijadwalkan untuk menghadiri prosesi penghormatan resmi di Vatikan, sekaligus menyampaikan langsung pesan belasungkawa Presiden Prabowo kepada Paus Fransiskus.
Pihak Vatikan menyambut baik kedatangan delegasi Indonesia. Dalam pernyataan singkatnya, Direktur Kantor Pers Tahta Suci, Matteo Bruni, menyampaikan, "Kami menghargai kehadiran delegasi dari Indonesia dan pesan pribadi dari Presiden Prabowo. Ini adalah tanda persahabatan yang hangat antara kedua negara dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal."
Kunjungan ini menegaskan eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vatikan yang terus dibina secara konstruktif sejak lama.*
Artikel Terkait
Sempat Membaik, Paus Fransiskus Kembali Alami Gagal Napas Akut, Vatikan Beri Penjelasan Ini
Berpulang pada Usia 88 Tahun, Paus Fransiskus: "Paus Rakyat" yang Memihak Kaum Papa dan Perdamaian Dunia
Pesan Paskah Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Meninggal Dunia: Serukan Gencatan Senjata di Gaza
Vatikan : Permintaan Paus Fransiskus, Ingin Pemakamannya Dilakukan secara Sederhana
Kepergian Paus Fransiskus Duka Bagi Tanah Papua