Viral Video Menhan Israel Ejek Relawan GSF yang Ditahan, Aktivis Dipaksa Berlutut dengan Tangan Terikat

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 21 Mei 2026 | 21:56 WIB
Menyoroti viralnya video yang dibagikan Menhan Israel, Itamar Ben-Gvir terkait para relawan GSF yang sempat digeruduk di Perairan Siprus. (X.com/@itamarbengvir)
Menyoroti viralnya video yang dibagikan Menhan Israel, Itamar Ben-Gvir terkait para relawan GSF yang sempat digeruduk di Perairan Siprus. (X.com/@itamarbengvir)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Menteri Pertahanan Israel, Itamar Ben-Gvir, menuai kecaman luas di media sosial usai mengunggah video bernada olokan terhadap para relawan dan aktivis pro-Palestina yang ditahan di Pelabuhan Ashdod.


Dalam unggahan di akun X resminya, Kamis, 21 Mei 2026, Ben-Gvir memperlihatkan dirinya berada di lokasi penahanan ratusan relawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).


“Selamat datang di Israel,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Video itu memperlihatkan Ben-Gvir memasuki area penahanan di Pelabuhan Ashdod sambil didampingi aparat keamanan Israel. Situasi semakin menuai sorotan ketika seorang aktivis perempuan terdengar berteriak “Palestina merdeka!” saat kedatangan sang menteri.


Dalam rekaman yang viral di media sosial, Ben-Gvir juga tampak melambaikan bendera Israel berukuran besar di samping puluhan aktivis yang dipaksa berlutut dengan tangan terikat di belakang tubuh mereka.
“Selamat datang di Israel, kami adalah tuan,” ujar Ben-Gvir dalam video tersebut.


Tak hanya itu, sejumlah aktivis lainnya terlihat tetap berlutut di atas dek kapal ketika lagu kebangsaan Israel diperdengarkan.


430 Relawan Masih Berjuang Dibebaskan


Insiden tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk publik internasional yang menyoroti perlakuan terhadap para relawan kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza.


Diketahui, sekitar 430 aktivis dan relawan Global Sumud Flotilla berasal dari lebih dari 40 negara kini masih memperjuangkan pembebasan mereka setelah armada dicegat militer Israel.
Sebelumnya, lebih dari 50 kapal yang tergabung dalam misi GSF 2.0 berlayar dari Turki menuju Gaza sejak 14 Mei 2026 untuk mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.


Namun pada 18 Mei 2026, armada tersebut dicegat militer Israel di perairan internasional sebelah barat Siprus, sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza yang hingga kini masih berada dalam blokade Israel.


Israel Klaim Tak Gunakan Peluru Tajam


Pemerintah Israel membantah melakukan pelanggaran dalam operasi penangkapan tersebut. Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya menyatakan aparat tidak menggunakan peluru tajam saat menghentikan armada GSF.


“(Kami) tidak mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut yang sah atas Gaza,” demikian pernyataan resmi Kemlu Israel pada 19 Mei 2026.


Pihak Israel juga mengklaim seluruh aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan akan diberi akses bertemu perwakilan konsuler masing-masing setelah tiba di wilayah Israel.


Hingga kini, belum ada informasi terbaru terkait kondisi terkini para relawan dan aktivis GSF yang masih berada dalam penahanan otoritas Israel.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X