Dunia Apresiasi Kebijakan Fiskal RI, Menkeu Purbaya Optimistis Arus Modal Asing Meningkat

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Kamis, 16 April 2026 | 11:49 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa bertemu dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva. dok. ist
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa bertemu dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva. dok. ist

Washington DC, SUARA PEMBARUANMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia mendapat penilaian positif dari berbagai lembaga internasional dan investor global. Apresiasi tersebut datang dari International Monetary Fund (IMF), World Bank (Bank Dunia), hingga sejumlah institusi investasi besar dunia, menyusul serangkaian pertemuan yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat.

Menurut Purbaya, para pemangku kepentingan global melihat Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara dorongan pertumbuhan ekonomi yang agresif dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal. Hal ini dinilai sebagai kombinasi yang tidak mudah dicapai, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuan dengan investor global, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments, sempat muncul keraguan terkait konsistensi Indonesia dalam menjaga disiplin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ambisi mempercepat pertumbuhan ekonomi. Investor mempertanyakan apakah ekspansi ekonomi yang didorong pemerintah tidak akan membebani fiskal dalam jangka menengah.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya memaparkan strategi kebijakan ekonomi secara menyeluruh, mulai dari penguatan penerimaan negara, efisiensi belanja, hingga reformasi struktural yang diarahkan untuk menjaga kesinambungan fiskal. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memastikan fondasi ekonomi tetap kokoh. “Pendekatan kita bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, tetapi memastikan kualitas pertumbuhan itu berkelanjutan dan tidak menggerus stabilitas fiskal. Itu yang akhirnya bisa diterima dengan sangat baik oleh para investor,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan, respons positif tersebut menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik. Dengan meningkatnya kepercayaan, arus modal asing diperkirakan akan segera mengalir, baik ke instrumen pendapatan tetap maupun pasar ekuitas. “Kepercayaan itu penting. Begitu mereka yakin, biasanya aliran modal akan mengikuti. Kita berharap dalam waktu dekat akan terlihat peningkatan arus masuk yang dapat mendorong pasar keuangan domestik,” katanya.

Dalam pertemuan terpisah dengan pimpinan IMF, Purbaya bertemu langsung dengan Managing Director Kristalina Georgieva. Dalam diskusi tersebut, IMF menyoroti bahwa ketidakpastian global masih akan menjadi tantangan utama dalam beberapa waktu ke depan, dipicu oleh dinamika geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, termasuk energi.

Namun demikian, IMF melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan fundamental ekonomi yang relatif kuat dan adaptif. Purbaya menjelaskan bahwa ketahanan tersebut tidak terlepas dari langkah antisipatif yang telah dilakukan pemerintah sejak tahun sebelumnya, termasuk dalam merespons lonjakan harga minyak dunia dan tekanan eksternal lainnya.

“Kita sudah melakukan berbagai penyesuaian kebijakan lebih awal, sehingga ketika guncangan datang, dampaknya bisa lebih terkendali. Ini yang diapresiasi oleh IMF,” ungkapnya. Ia juga menyebut bahwa IMF memiliki peran strategis dalam menyampaikan penilaian terhadap kinerja ekonomi negara-negara anggotanya kepada komunitas global. Oleh karena itu, pandangan positif terhadap Indonesia diyakini akan memperkuat persepsi internasional terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Bank Dunia dan lembaga pemeringkat internasional, Purbaya menilai respons yang diberikan tidak kalah konstruktif. Bank Dunia bahkan menunjukkan ketertarikan untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung program-program pembangunan yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Diskusi berjalan sangat produktif. Mereka melihat arah kebijakan kita jelas, terukur, dan memiliki kredibilitas. Bahkan ada peluang kerja sama baru yang sedang dijajaki,” kata Purbaya.

Ia menegaskan bahwa berbagai pertemuan tersebut berhasil mengikis keraguan yang sebelumnya muncul terkait kemampuan Indonesia menjalankan kebijakan fiskal secara disiplin di tengah agenda pertumbuhan yang ambisius. Menurutnya, konsistensi kebijakan dan transparansi komunikasi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan global.

Dengan perkembangan tersebut, pemerintah optimistis posisi Indonesia di mata investor internasional akan semakin kuat, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pembiayaan pembangunan melalui pasar keuangan global.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X