Seri Penentuan Final Four Proliga 2026 di Semarang Diprediksi Sengit

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Rabu, 15 April 2026 | 21:30 WIB
ofisial tim peserta proliga dok. ist
ofisial tim peserta proliga dok. ist

Semarang, SUARA PEMBARUAN – Persaingan menuju babak puncak Proliga 2026 memasuki fase krusial. Seri ketiga Final Four yang berlangsung di GOR Jatidiri Semarang pada 16–19 April dipastikan menjadi ajang penentuan bagi tim-tim yang memburu tiket ke Grand Final pekan depan di Yogyakarta.

Tak hanya menentukan dua tim terbaik yang melaju ke partai puncak, laga di Semarang juga akan memperebutkan gelar juara putaran kedua Final Four, baik di sektor putra maupun putri. Tim yang keluar sebagai juara berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp60 juta.

Di sektor putra, persaingan diperkirakan mengerucut pada dua tim kuat, yakni Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi. Sementara itu, di sektor putri, perebutan gelar masih terbuka bagi Jakarta Pertamina Enduro dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.

Menariknya, hampir seluruh tim—kecuali LavAni yang telah memastikan tiket ke Grand Final—masih memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh. Hal ini membuat setiap pertandingan di Semarang diprediksi berlangsung ketat dan penuh tekanan.

Dalam jumpa pers yang digelar Rabu (15/4/2026), sejumlah perwakilan tim menyatakan kesiapan mereka menghadapi laga penentuan tersebut. Ofisial LavAni, Jon Zulfikar, mengungkapkan kondisi pemain kini sudah kembali optimal setelah sempat mengalami kendala cedera pada seri sebelumnya di Solo.

Ia menegaskan, meski telah memastikan tempat di Grand Final, tim asuhan David Lee tetap mengincar kemenangan dalam dua laga tersisa demi menjaga momentum permainan.

Optimisme serupa juga disampaikan kubu Bhayangkara Presisi. Ofisial tim, Dwi Cahyo, memastikan seluruh pemain dalam kondisi prima dan siap memberikan performa terbaik di lapangan.

Sementara itu, peluang tipis tak menyurutkan semangat Surabaya Samator. Manajer tim, Hadi Sampurno, menegaskan timnya tetap akan tampil maksimal meski harus bermain tanpa kapten Rama Fazza Fauzan yang mengalami cedera.

Ia menilai, absennya Rama justru membuat distribusi bola dalam tim menjadi lebih merata, meskipun mengakui kehadiran sang kapten tetap memberikan pengaruh besar terhadap permainan.

Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya yang sudah dipastikan gagal ke Grand Final tetap bertekad tampil kompetitif. Manajer Laudry Maspaitella menyebut timnya akan memanfaatkan sisa pertandingan untuk perebutan posisi ketiga.

Persaingan di sektor putri juga tak kalah menarik. Jakarta Pertamina Enduro menegaskan target mereka sejak awal musim adalah lolos ke Grand Final dan kini berupaya mengamankan posisi tersebut. Hal senada disampaikan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia yang mengklaim seluruh pemain dalam kondisi siap tempur.

Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN Mobile pun memastikan kesiapan mereka menghadapi laga-laga penting di Semarang, menambah panas persaingan di kategori putri.

Antusiasme penonton diprediksi tinggi pada seri penentuan ini. Panitia menjual tiket dengan harga Rp150.000 untuk kategori reguler dan Rp300.000 untuk VIP, yang dapat dibeli secara daring melalui situs resmi PBVSI. Pembelian secara langsung juga difasilitasi di lokasi pertandingan dengan sistem bantuan pembelian online.

Adapun laga pembuka pada Kamis (16/4/2026) akan mempertemukan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia melawan Surabaya Samator di sektor putra pada pukul 16.00 WIB. Dilanjutkan pertandingan putri antara Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menghadapi Jakarta Electric PLN Mobile pada pukul 19.00 WIB.

Halaman:

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gerakan Kemanusiaan PMI Tak Kenal Batas Negara

Senin, 15 Juni 2026 | 10:32 WIB
X