Relawan GSF Bongkar Dugaan Penyiksaan Tentara Israel: Disetrum hingga Ditembak Peluru Karet

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Selasa, 26 Mei 2026 | 18:13 WIB
Menyoroti kronologi kasus penyiksaan tentara Israel terhadap para relawan GSF yang sempat viral di medsos. (Instagram.com/@inhforhumanity)
Menyoroti kronologi kasus penyiksaan tentara Israel terhadap para relawan GSF yang sempat viral di medsos. (Instagram.com/@inhforhumanity)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Kesaksian mengejutkan disampaikan Hendro Prasetyo, salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina.

Peristiwa penangkapan relawan GSF oleh pasukan Israel yang sempat viral di media sosial itu hingga kini masih menjadi sorotan publik, meski telah berlalu sepekan.

Dalam unggahan akun Instagram @inhforhumanity pada Selasa (26/5/2026), Hendro menceritakan detik-detik mencekam yang dialami para relawan setelah pasukan Israel menghentikan kapal mereka di tengah perjalanan menuju Gaza.

Ia mengungkapkan, situasi berubah drastis setelah kamera di kapal dimatikan dan dihancurkan.

“Kamera itu pasti dihancurkan oleh Israel, dan seluruh aktivis itu dipindahkan dari kapal ke speedboat-nya mereka,” ujar Hendro.

Menurutnya, setelah seluruh relawan dipindahkan, pasukan Israel mulai merusak kapal secara brutal.

Ia menyebut kaca kapal dihancurkan, layar dirobek, hingga kapal dibiarkan hanyut di laut.

“Mulai dari kacanya dihancurkan, layarnya dirobek, pokoknya dibuat sampai kapalnya hanyut,” katanya.

Dalam situasi tersebut, Hendro mengaku para relawan mendapat intimidasi serius dari tentara Israel yang berusaha mencari tahu identitas kapten kapal.

Ia mengatakan para relawan diancam menggunakan senjata peluru karet agar mengungkap siapa kapten kapal GSF.

“Jadi prinsip kita saat itu, kita tidak boleh memberi tahu siapa kapten kapal kita,” jelas Hendro.

Ia kemudian menceritakan salah satu relawan sempat mengaku sebagai kapten kapal demi melindungi yang lain, namun justru ditembak menggunakan peluru karet.

“Ketika salah satu dari kita berdiri untuk mengakui sebagai kapten, dia ditembak dengan peluru karet,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X