Dunia Berduka! Ali Khamenei Tewas, Iran Tuduh Amerika Serikat–Israel Lakukan Pembunuhan Terencana

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 2 Maret 2026 | 09:08 WIB
Menyoroti pernyataan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebelum gugur atas serangan AS dan Israel di Teheran. (Facebook.com/Mustapha)
Menyoroti pernyataan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebelum gugur atas serangan AS dan Israel di Teheran. (Facebook.com/Mustapha)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Publik di media sosial tengah ramai membahas kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.

Pemerintah Iran secara tegas menuding kedua negara tersebut melakukan pembunuhan terencana terhadap Khamenei. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin, 2 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri Iran menilai serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam pernyataannya, Iran menyebut aksi militer tersebut sebagai tindakan teror yang menyerang kedaulatan dan keutuhan wilayah negara. Serangan yang menargetkan pemimpin tertinggi serta pejabat penting lainnya itu juga disebut sebagai bentuk agresi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap norma dan prinsip global.

Kepergian Khamenei pun memicu duka mendalam di kalangan masyarakat Iran. Sosoknya tidak hanya dipandang sebagai pemimpin politik dan spiritual, tetapi juga figur yang dekat dengan generasi muda.

Di tengah sorotan publik, beredar pula video pidato Khamenei yang kembali viral di media sosial. Dalam cuplikan tersebut, ia menyinggung ancaman pembunuhan dari pihak yang berkonflik dengan Iran. Ia menyatakan usia dan dirinya secara pribadi tidak lagi menjadi hal penting dalam perjuangan.

Khamenei menegaskan bahwa konflik yang dihadapi Iran bukan tentang dirinya sebagai individu. Menurutnya, perjuangan bangsa Iran adalah mempertahankan martabat dan kedaulatan negara.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda Iran merupakan kekuatan utama dalam menghadapi konflik. Dalam pidatonya, ia menyampaikan keyakinan bahwa Iran akan tetap berdiri teguh, bahkan jika dirinya terbunuh.

Pernyataan tersebut kini kembali ramai diperbincangkan, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan dan kekhawatiran dunia terhadap potensi eskalasi konflik global.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X