Waspada Ancaman Krisis Pangan Global, Firman Soebagyo Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel terhadap Sektor Pertanian

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 09:11 WIB
Politisi senior Partai Golkar, Firman Soebagyo
Politisi senior Partai Golkar, Firman Soebagyo

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus politisi senior Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyoroti potensi ancaman serius krisis pangan global sebagai dampak dari konflik bersenjata antara Iran dan Israel.

Firman mengingatkan bahwa perang tersebut bukan hanya urusan geopolitik regional, melainkan memiliki dampak luas terhadap sektor pertanian global, termasuk Indonesia.

Menurut Firman, salah satu dampak paling nyata adalah potensi gangguan pasokan pupuk, terutama urea. Iran merupakan salah satu produsen urea terbesar di dunia. Jika perang berkepanjangan menghambat produksi maupun ekspor pupuk dari negara tersebut, harga pupuk global bisa melonjak.

“Kondisi ini tentu akan berdampak langsung pada biaya produksi pertanian di banyak negara, termasuk Indonesia yang selama ini masih mengandalkan impor pupuk dari berbagai negara,” ujar politisi asal Pati, Jateng ini, Sabtu (21/6/2025).

Ia juga menyoroti kemungkinan kenaikan harga komoditas pertanian dan energi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Ketidakpastian ini dapat mendorong inflasi serta meningkatkan beban hidup masyarakat secara global.

Meski belum ditemukan data spesifik terkait besaran impor urea Indonesia dari Iran, Firman menekankan perlunya kajian lebih dalam terhadap data perdagangan dan kebijakan pemerintah untuk memetakan risiko lebih akurat.

Sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP), Firman mendorong pemerintah segera menyusun regulasi yang berpihak kepada petani dan masyarakat produsen pupuk lokal.

Ia mengusulkan percepatan produksi pupuk organik berbahan dasar lokal, seperti pupuk dari kotoran hewan (kohe), sebagai langkah nyata mengurangi ketergantungan terhadap pupuk impor.

“Penguatan produksi pupuk lokal sangat mendesak. Ini bukan hanya solusi atas gangguan global, tapi juga bagian dari pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tegas Firman, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi MPR RI dari Partai Golkar.

Firman juga mengingatkan bahwa krisis pangan memiliki dampak multidimensi, bukan hanya ekonomi tetapi juga sosial, politik, dan bahkan menyangkut stabilitas kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Ia menyebutkan, sejarah mencatat bagaimana sejumlah negara, termasuk Jepang dan Myanmar, hingga Indonesia di era 1965 dan krisis moneter 1997–1998, mengalami gejolak besar akibat krisis pangan dan ekonomi.

“Situasi saat ini perlu diwaspadai. Jangan sampai konflik Iran-Israel berkembang menjadi konflik global berskala besar, bahkan memicu perang dunia ketiga,” pungkas Firman dengan nada penuh keprihatinan.

Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, mengambil langkah antisipatif dan bijak, agar Indonesia tidak menjadi korban dari gejolak global yang semakin tidak menentu.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X