9 Relawan WNI Global Sumud Flotilla Dipulangkan, KJRI Ungkap Dugaan Kekerasan Saat Ditahan Israel

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 22 Mei 2026 | 15:04 WIB
Menyoroti kondisi terkini para relawan WNI Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap otoritas militer Israel saat menuju Gaza. (Instagram.com/@menluri)
Menyoroti kondisi terkini para relawan WNI Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap otoritas militer Israel saat menuju Gaza. (Instagram.com/@menluri)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Kabar kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla menjadi perhatian luas di media sosial. Mereka sebelumnya ditangkap pasukan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza bersama puluhan aktivis internasional lainnya.

Penangkapan terjadi ketika armada kapal yang membawa lebih dari 50 relawan internasional berlayar dari Turkey menuju Gaza Strip pada 14 Mei 2026. Para relawan disebut diamankan secara paksa oleh militer Israel sebelum akhirnya ditahan selama beberapa hari.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul memastikan kesembilan WNI kini berada dalam kondisi sehat setelah menjalani masa penahanan sekitar empat hari. Namun, pernyataan Kepala Perwakilan KJRI Istanbul, Darianto Harsano, memicu sorotan publik setelah mengungkap dugaan adanya kekerasan fisik selama proses penahanan.

Menurut Darianto, para relawan mengaku mengalami tindakan represif dari aparat militer Israel. Ia menyebut beberapa di antaranya diduga mengalami pemukulan, tendangan, hingga sengatan listrik selama ditahan.

Meski demikian, KJRI memastikan seluruh WNI berhasil keluar dalam keadaan selamat dan saat ini tengah menjalani proses pemulangan ke Indonesia.

“Alhamdulillah mereka kini bersama kami dalam kondisi sehat,” ujar Darianto dalam video yang diunggah akun Instagram resmi Sugiono, Jumat (22/5/2026).

Kasus ini semakin menyita perhatian publik setelah beredarnya video yang menampilkan tokoh politik Israel, Itamar Ben-Gvir, saat mendatangi lokasi penahanan para aktivis di Pelabuhan Ashdod. Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah relawan berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung, sementara seorang aktivis perempuan terdengar meneriakkan “Palestina merdeka”.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau dan mengawal proses kepulangan seluruh relawan WNI hingga tiba kembali di Tanah Air.

Ia memastikan pemerintah melalui KJRI Istanbul terus memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap para relawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh WNI dapat kembali dengan aman dan secepat mungkin setelah insiden penahanan tersebut.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X