Perang Israel–Iran Memanas, Bandara Dubai hingga Madinah Ditutup, WNI Terjebak

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 1 Maret 2026 | 15:41 WIB
Menyoroti penerbangan menuju ke Tanah Air ditunda usai meningkatnya konflik di wilayah Israel dan Iran.  (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti penerbangan menuju ke Tanah Air ditunda usai meningkatnya konflik di wilayah Israel dan Iran. (Instagram.com/@undercover.id)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Memanasnya konflik bersenjata antara Israel dan Iran berdampak luas pada sektor penerbangan di kawasan Timur Tengah. Sejumlah bandara, termasuk di Dubai dan Madinah, menghentikan operasional sementara akibat situasi keamanan yang memburuk.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga negara Indonesia (WNI) mengaku tertahan di bandara Madinah, Arab Saudi, saat hendak kembali ke Tanah Air. Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @undercover.id pada Minggu, 1 Maret 2026, terdengar keluhan bahwa penerbangan dari Madinah dan Dubai dibatalkan.

Penutupan ini turut berdampak pada operasional di Dubai International Airport (DXB) serta Al Maktoum International Airport (DWC). Otoritas bandara di Uni Emirat Arab mengonfirmasi adanya pembatalan dan penundaan sejumlah jadwal penerbangan sejak Sabtu, 28 Februari 2026.

Melalui pernyataan resmi, disebutkan bahwa langkah tersebut diambil menyusul penutupan sementara sebagian wilayah udara UEA sebagai tindakan pencegahan di tengah dinamika keamanan regional.

Sejumlah maskapai internasional juga menghentikan sementara penerbangan menuju berbagai kota di Timur Tengah seperti Doha, Oman, Jeddah, Beirut, dan Abu Dhabi.

Maskapai yang mengumumkan pembatalan penerbangan antara lain Malaysia Airlines, Air France, Lufthansa, Singapore Airlines, serta Emirates. Penumpang pun diimbau untuk tidak menuju bandara hingga kondisi dinyatakan aman.

Situasi ini dipicu oleh serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel ke Iran. Berdasarkan laporan Al Jazeera, serangan tersebut diklaim bertujuan menetralisir ancaman dari rezim Iran.

Iran menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan langsung menyatakan akan melakukan pembalasan. Tak lama berselang, Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa negara seperti Bahrain, Qatar, Kuwait, serta wilayah UEA, yang diketahui menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Hingga Minggu siang, 1 Maret 2026, situasi di kawasan tersebut masih berkembang dan berdampak langsung pada lalu lintas udara internasional.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X