Manokwari, SUARAPEMBARUAN - Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari serta sebagai salah satu Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (human rights defender/HRD) di Tanah Papua, saya menyampaikan turut berbelasungkawa atas kabar duka wafatnya Paus Fransiskus di Vatikan, Roma, Senin (21/4/2025.
"Kabar duka dunia ini menjadi sebuah persembahan yang tinggi nilainya bagi dunia dan suasana Perayaan Hari Raya Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus di tahun 2025 ini. Bagi Tanah Papua dan khususnya bagi upaya membangun perdamaian. Ketika menyampaikan doa dan berkat bagi kota dan dunia pada Hari Paskah Minggu (20/4) Paus Fransiskus menegaskan tentang pentingnya membangun dialog demi hadirnya perdamaian dunia,"ujarnya, Kamis (24/4/2025) pagi.
Ungkap dia, hal ini sangat penting dan seharusnya menjadi titik krusial bagi semua pihak yang terlibat dan berkepentingan (stakeholder ) dalam konflik bersenjata di Tanah Papua untuk mempertimbangkan hingga mendorong terbangunnya dialog sebagai media penting dalam membangun perdamaian di Tanah Papua.
"Konflik bersenjata di Tanah Papua yang sudah berlangsung selama lebih dari 50 tahun ini tidak bisa diakhiri tanpa adanya dialog,"ujarnya.*