Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma yang pertama kali berasal dari Amerika Latin, meninggal dunia pada usia 88 tahun di Kota Vatikan pada Senin, 21 April 2025. Kabar duka ini disampaikan oleh Vatikan setelah Bapa Suci mengalami stroke dan henti jantung setelah sebelumnya dirawat intensif akibat pneumonia ganda. Baca Juga: Bangunan SMPN 31 Satu Atap Kaur Rusak Berat, Wakil Ketua DPRD Prihatin
Sebelumnya, Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, sejak 14 Februari 2025, karena pneumonia ganda yang menyebabkan kesulitan bernapas. Dokter menyatakan bahwa meskipun dalam kondisi kritis, Paus menunjukkan ketahanan luar biasa. Namun, pada 21 April, kondisi beliau memburuk dan meninggal dunia.
Setelah meninggalnya Paus Fransiskus, para kardinal akan berkumpul di Vatikan untuk merencanakan pemakaman yang dijadwalkan antara Jumat hingga Minggu mendatang. Selanjutnya, mereka akan memulai persiapan untuk konklaf guna memilih Paus baru, yang kemungkinan besar akan dimulai setelah 6 Mei 2025. Baca Juga: Wabup Kaur Minta Nelayan Dukung Pembangunan Pengaman Pantai di Desa Sekunyit dan Pasar Lama
Warisan dan Penghormatan Global
Paus Fransiskus dikenal dengan pendekatan reformis dan sederhana selama masa kepemimpinannya sejak 2013. Beliau berfokus pada isu-isu sosial seperti kemiskinan, perubahan iklim, dan hak-hak kelompok marginal. Kepemimpinannya juga ditandai dengan upaya reformasi birokrasi Vatikan dan pengakuan terhadap skandal pelecehan seksual oleh anggota gereja. Baca Juga: Taruna Ikrar Teken Peraturan Baru Izin Edar BPOM Bagi Pelaku Usaha Stemcell
Kabar meninggalnya Paus Fransiskus memicu penghormatan dari berbagai pemimpin dunia. Presiden AS Joe Biden menyebutnya sebagai "Paus Rakyat", sementara Presiden Argentina Javier Milei juga menyampaikan belasungkawa. Pemimpin dunia lainnya, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola, memuji dedikasi Paus terhadap keadilan sosial dan perdamaian dunia. Baca Juga: Sidang Pertama Mantan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Dikawal Ketat Aparat Keamanan, Berlangsung Aman dan Lancar
Paus Fransiskus akan dimakamkan sesuai dengan keinginannya di Basilika Santa Maria Maggiore, bukan di Basilika Santo Petrus, sebagai langkah yang memecahkan tradisi kepausan. Beliau meninggalkan warisan sebagai pemimpin yang penuh kasih, inklusif, dan berfokus pada pelayanan kepada umat manusia.
Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Kardinal Ignatius Suharyo mengungkapkan satu hal yang paling berkesan dalam memorinya mengenai mendiang Paus Fransiskus.Baca Juga: Sidang Pertama Mantan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Dikawal Ketat Aparat Keamanan, Berlangsung Aman dan Lancar
Kardinal Ignatius Suharyo mengungkapkan satu hal yang paling berkesan dalam memorinya mengenai mendiang Paus Fransiskus.
Ignatius Suharyo menyebutkan, kesederhanaan hidup Paus Fransiskus akan terus melekat, bahkan hingga hari kematian.
Menurutnya, mendiang Paus Fransiskus tidak ingin pemakamannya dibuat megah dan mewah.Baca Juga: Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran, DPRD Kota Bengkulu Tetap Reses Serap Aspirasi Masyarakat
"Yang sangat mencolok dari pribadi Paus Fransiskus adalah kesederhanaannya," kata Ignatius Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, Senin (21/4/2025).
"Kesederhanaan itu tercermin juga di dalam yang tadi ditanyakan simplifikasi penyederhanaan upacara pemakaman Paus Fransiskus," lanjutnya.Baca Juga: Buntut Kasus Dokter Cabul, Menkes Budi Gunadi Wajibkan Rekrutmen PPDS Pakai Tes Psikologi
"Bukan hanya ketika masih ada di dunia, bahkan ketika beliau sudah berpulang, tidak ingin upacara pemakamannya itu menampilkan kemegahan," ucap Ignatius Suharyo.
Artikel Terkait
Paus Fransiskus: Terowongan Istiqlal-Katedral Sarana Perjumpaan, Dialog, dan Persaudaraan
Kisah Perburuan Paus dan Pengalaman Traumatis di Atas Kapal: Pentas Teater Kampus yang Mampu Memukau Penonton
Respon Paus Fransiskus Usai Dapat Lukisan Bunda Maria Berkebaya dari Megawati Soekarnoputri
Sempat Kritis karena Krisis Pernafasan, Kondisi Paus Fransiskus Mulai Stabil
Sempat Membaik, Paus Fransiskus Kembali Alami Gagal Napas Akut, Vatikan Beri Penjelasan Ini