Purworejo, SUARA PEMBARUAN - Cara unik dilakukan Aipda Waryanta, Bhabinkamtibmas dari Polsek Banyuurip, Polres Purworejo, dalam menyampaikan pesan kamtibmas.Baca Juga: Setelah Ramai Soal Wisuda Sekolah, Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Dugaan Debat yang Direkayasa
Ia tampil sebagai dalang manten sekaligus MC dalam acara pernikahan warga binaannya, memadukan seni budaya dengan edukasi sosial secara santai dan menarik.
Dengan gaya khas Banyuurip yang komunikatif dan penuh nuansa lokal, Aipda Waryanta menyisipkan pesan-pesan penting seputar keamanan lingkungan, bahaya narkoba, dan pentingnya hidup rukun. Semua disampaikan dalam suasana hangat dan penuh kegembiraan di tengah jalannya acara pernikahan.Baca Juga: Indorama Siap Bangun Pabrik Amonia Biru Rp33,7 Triliun di AS, Airlangga Singgung Diplomasi Tarif Trump
Pentas wayang manten yang dibawakannya tidak hanya memeriahkan pesta, tapi juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat.
Pesan-pesan kamtibmas mengalir ringan di sela acara, membuat warga lebih mudah memahami dan menerima imbauan yang biasanya disampaikan secara formal.Baca Juga: Promedia dan BRI Siap Gelar Seminar Media Digital di Serang Lewat BRI Mediapreneur Talks 2025
Yang menarik, Aipda Waryanta menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memungut bayaran dari warga binaannya untuk peran MC atau dalang manten. Menurutnya, ini bagian dari bentuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.Baca Juga: Karimunjawa Siap Jadi Magnet Wisata Petualangan Bertaraf Global
"Ini bagian dari tugas saya. Kalau untuk warga di desa binaan, saya lakukan dengan ikhlas tanpa biaya. Saya ingin kehadiran polisi dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, turut memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. Ia menyebut pendekatan budaya yang dilakukan Aipda Waryanta sangat efektif untuk menjangkau hati masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai tradisional.Baca Juga: BKKBN dan Kanwil Kemenkum Bengkulu Jalin Kerj Sama Perkuat Perlindungan Hukum Kelompok Pelaku UMKM
“Upaya seperti ini bisa menjadi contoh inspiratif. Pesan kamtibmas menjadi lebih mudah diterima ketika dibalut dalam budaya lokal. Kreativitas semacam ini sangat kami dukung,” kata Kapolres.
Apa yang dilakukan Aipda Waryanta membuktikan bahwa penyuluhan kamtibmas bisa dilakukan dengan cara menyenangkan, selama ada kreativitas, kepedulian, dan pemahaman akan budaya masyarakat setempat.*
Artikel Terkait
Motif Dokter Residen yang Bius dan Perkosa Anak Pasien RSHS Diungkap, Polisi: Pelaku Alami Kelainan Seksual
Lagi, Oknum Dokter Cabul! Dokter Kandungan Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Garut Ditangkap Polisi
Momen Haru, Polisi di Buluspesantren Gali Makam untuk Bantu Sahabat yang Dirundung Duka
Bripka Rosyid, Polisi Berhati Emas dari Wonosobo yang Mengubah Hidup Lewat Bedah Rumah
Menyentuh Hati Lewat Ruqyah: Kisah Aipda Fahrurrozi, Polisi yang Menjadi Obat Bagi Masyarakat