Wonosobo, SUARA PEMBARUAN - Di sudut tenang Desa Sedayu, Kecamatan Sapuran, Wonosobo, hadir sosok polisi yang tak sekadar bertugas menjaga keamanan. Namanya Bripka M. Rosyid, Bhabinkamtibmas Polres Wonosobo. Tapi bagi warga, ia lebih dari itu — penggerak harapan, pengubah nasib.
Kisahnya dimulai dari rumah reot milik Simbah Ramijo, seorang lansia yang hidup sebatang kara. Rumahnya nyaris roboh, dan di sanalah Bripka Rosyid merasa terpanggil. Bersama warga, tokoh masyarakat, dan lembaga BMT Melati, ia menggagas program bedah rumah yang mengandalkan gotong royong dan dana zakat.
“Rumah Simbah harus segera diperbaiki,” ucap Rosyid kepada warga saat pertama kali melihat kondisi rumah tersebut.
Tak butuh waktu lama, aksi nyata dimulai. Bukan hanya rumah Simbah yang dibedah, tapi juga dua rumah lain yang juga tak layak huni. Kini, tiga keluarga sudah bisa tinggal dengan aman dan nyaman. Satu rumah lagi sedang dalam proses penggalangan dana.
Pada Jumat (25/4), Bripka Rosyid datang ke rumah Simbah Ramijo. Kali ini bukan untuk membenahi, tapi membawa bantuan sembako dan melihat senyum hangat dari wajah Simbah yang kini tinggal di rumah layak huni.
“Terima kasih, Pak Rosyid. Rumah saya sekarang nyaman. Semoga sehat selalu dan terus membantu warga seperti saya,” tutur Simbah Ramijo dengan mata berkaca-kaca.
Langkah Bripka Rosyid tidak luput dari perhatian. Kombes Pol. Artant, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, memberikan apresiasi penuh atas aksi humanis ini.
“Apa yang dilakukan Bripka Rosyid mencerminkan wajah Polri yang penuh kepedulian. Semoga jadi inspirasi bagi personel lain,” ujarnya.
Bagi warga Sedayu, Bripka Rosyid bukan sekadar polisi. Ia adalah simbol harapan, bukti bahwa satu aksi kecil bisa mengubah hidup banyak orang.
Artikel Terkait
Momen Haru, Polisi di Buluspesantren Gali Makam untuk Bantu Sahabat yang Dirundung Duka