Semarang, SUARA PEMBARUAN - Aliansi Semarang Raya menyatakan kekecewaan atas ketidakhadiran Kapolda Jateng dalam agenda audiensi terbuka yang telah mereka rencanakan bersama sejumlah lembaga.
Mereka menegaskan bahwa aksi penyampaian pendapat sudah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Namun, jawaban dari perwakilan DPRD Jateng dinilai hanya sebatas normatif dan politis, tanpa memberikan kepastian nyata.
Aliansi mendesak adanya komitmen serius dari pihak DPRD untuk mengawal sepuluh tuntutan yang telah diajukan. Mereka berjanji akan terus menindaklanjuti hal tersebut sebagai bentuk konsistensi gerakan.
Menurut Ketua BEM Unissula 2025, Wiyu Ghaniy, keyakinan tetap ada bahwa bangsa ini masih bisa diperbaiki melalui peran generasi muda, khususnya mahasiswa.
Ia juga menegaskan, gelombang massa yang lebih besar akan kembali hadir untuk mengawal aspirasi yang masih tertahan oleh pihak kepolisian hingga seluruh tuntutan diselesaikan.
Artikel Terkait
Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Aksi Demo Tuntut Bupati Pati Mundur
DPR Respons Demo di Senayan: Puan Janji Tampung Aspirasi, Dasco Tegaskan Perlu Introspeksi Lembaga
Istana Tanggapi Kericuhan Demo DPR 25 Agustus: Aspirasi Boleh, Tapi Jangan Merusak
Kericuhan Demo 25 Agustus, Komdigi Panggil TikTok dan Meta soal Konten Provokatif
Demo di Semarang Berakhir Rusuh, Puluhan Provokator Diamankan