Demo di Semarang Berakhir Rusuh, Puluhan Provokator Diamankan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 06:24 WIB
Para pelaku kerusuhan dalam demo di Semarang, Jumat (29/8/2025) saat dihalau polisi. (Polda Jateng)
Para pelaku kerusuhan dalam demo di Semarang, Jumat (29/8/2025) saat dihalau polisi. (Polda Jateng)

 

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN - Kericuhan pecah usai aksi unjuk rasa di Kota Semarang, Jumat (29/8/2025). Setelah massa dibubarkan petugas menjelang malam, sekelompok orang kembali berulah dengan merusak fasilitas umum dan membakar sejumlah kendaraan di sekitar Kantor Gubernur Jawa Tengah. Tercatat, sedikitnya 4 mobil pribadi dan dinas milik Pemprov Jateng dibakar oleh para pelaku kerusuhan. 

Tidak berhenti di situ, massa juga melempari pos lalu lintas di kawasan Simpang Lima dengan batu dan benda berbahaya lainnya. Menanggapi eskalasi tersebut, aparat gabungan dari Polda Jateng dan Polrestabes Semarang segera diterjunkan untuk menghalau massa dan mengendalikan situasi.

Kesigapan aparat membuat kerumunan dapat digeser ke sejumlah titik, di antaranya sekitar Kantor Pos Jalan Erlangga serta depan Kantor Bank Indonesia kawasan Pleburan. Polisi juga menutup akses jalan dan mengalihkan arus lalu lintas di sekitar Simpang Lima dan Jalan Pahlawan guna mencegah masyarakat menjadi korban aksi brutal.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi tindakan anarkis.

“Aksi kali ini sudah mengarah pada perusakan fasilitas umum dan pembakaran kendaraan. Tindakan tegas kepolisian semata-mata untuk menjaga keselamatan warga Kota Semarang,” tegasnya.

Situasi akhirnya bisa dikendalikan. Sekitar pukul 22.30 WIB, massa membubarkan diri dan ketertiban kembali pulih.

Artanto menyebut, kerusuhan serupa juga terjadi di Magelang dan Surakarta. Total 42 orang mengalami luka-luka, baik aparat, warga, maupun peserta aksi. Sebagian besar luka terjadi akibat lemparan batu, memar, hingga sesak napas.

Polisi juga berhasil mengamankan 54 orang terduga provokator dan pelaku aksi rusuh. Dari jumlah tersebut, sembilan orang ditahan di Polrestabes Semarang dan 45 lainnya dibawa ke Polda Jateng untuk pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut.

Di akhir keterangannya, Kabid Humas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut.

“Kami mengajak masyarakat tetap tertib menyampaikan aspirasi. Jangan sampai terprovokasi melakukan aksi anarkis, karena justru merugikan semua pihak,” tandasnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X