Istana Jelaskan Alasan Wapres Gibran Tampil di YouTube: Cegah Misinformasi dan Framing Media

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 28 April 2025 | 14:03 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, tengah menjadi sorotan publik usai mengunggah sejumlah video monolog di kanal YouTube resmi Wakil Presiden RI. Video tersebut menampilkan dirinya membahas berbagai isu strategis secara langsung kepada masyarakat.Baca Juga: Ajang Bergengsi Tekiro Mechanic Competition 2025 Sukses Gaet Lebih dari 80 Ribu Siswa SMK Otomotif se-Jawa

Salah satu video berjudul “Generasi Muda, Bonus Demografi, dan Masa Depan Indonesia” yang diunggah pada 19 April 2025 telah menarik perhatian warganet, dengan jumlah penayangan mencapai 120 ribu per 28 April 2025.Baca Juga: 57 Tahun Mentan Andi Amran Sulaiman Khidmat Diperingati Sekaligus Menandai Tahun Kesuksesannya

Menanggapi fenomena ini, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, memberikan penjelasan mengenai alasan di balik langkah Wapres Gibran tersebut.

Menurut Juri, monolog di media sosial merupakan bentuk komunikasi langsung yang dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan tanpa distorsi.Baca Juga: Dendam Malam Kelam: Menguak Luka, Menyulut Api Pembalasan​

“Seringkali informasi yang tersebar di publik sudah terdistorsi atau bahkan hoaks. Lewat media sosial, pejabat bisa menyampaikan pandangannya secara langsung,” ujarnya di Jakarta, Senin (28/4/2025).Baca Juga: Aiptu Sukirja Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat Tas Unik Ramah Lingkungan

Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya menghindari informasi yang telah dibingkai (framing) oleh pihak-pihak tertentu, yang bisa memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap isu.Baca Juga: Gudang Motor Bodong di Magelang Digerebek, Puluhan Unit Siap Bongkar Dijual Eceran

“Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, langsung dari sumber utamanya, bukan dari potongan-potongan narasi yang sudah dipoles,” tegas Juri.Baca Juga: Sindikat Pemalsuan STNK Terbongkar di Pemalang: Mobil Digadaikan, Dicuri Kembali Lewat Kunci Cadangan

Langkah ini dianggap sebagai salah satu strategi komunikasi digital yang memungkinkan pejabat negara berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus merespons cepat dinamika opini publik.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X