Aiptu Sukirja Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat Tas Unik Ramah Lingkungan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 28 April 2025 | 11:47 WIB
Aiptu Sukirja di tempat usahanya yang diberi nama Wida"s Collection.
Aiptu Sukirja di tempat usahanya yang diberi nama Wida"s Collection.

Sleman, SUARA PEMBARUAN  – Di balik seragam dinasnya sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Ngluwar Polresta Magelang, Aiptu Sukirja menyimpan sisi lain yang tak kalah menginspirasi. Sejak tahun 1999, ia konsisten membangun bisnis kerajinan tangan yang kini dikenal dengan nama Wida’s Collection—sebuah usaha yang tak hanya menghasilkan produk-produk unik, tapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.Baca Juga: Pernyataan Kontroversial Soal Prioritas Program MBG, Ekonom: Lapangan Kerja Harus Jadi Fokus Utama

Berawal dari satu pesanan tas dari seorang pembeli asal Bali, Sukirja pun tergerak untuk mengembangkan potensi kerajinan lokal di desanya, Gamplong I, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman. Ia memproduksi tas dari bahan-bahan alami seperti enceng gondok, pandan, hingga gedebog pisang, dipadukan dengan material sintetis seperti vinyl dan rafia.Baca Juga: Gudang Motor Bodong di Magelang Digerebek, Puluhan Unit Siap Bongkar Dijual Eceran

“Awalnya cuma coba-coba dari pesanan satu orang. Tapi saya lihat ini bisa jadi peluang, terutama untuk memberdayakan warga sekitar,” kenangnya.

Produk-produk dari Wida’s Collection kini dipasarkan di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, bahkan sebagian masih rutin dikirim ke Bali. Menariknya, bahan baku utama diperoleh dari para perajin lokal, menjadikan usahanya bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.Baca Juga: Sindikat Pemalsuan STNK Terbongkar di Pemalang: Mobil Digadaikan, Dicuri Kembali Lewat Kunci Cadangan

Tak hanya fokus pada produksi, Sukirja juga aktif memberikan pelatihan keterampilan menjahit dan merajut bagi para pekerjanya. Pelatihan ini dilakukan secara langsung dan intensif, terutama saat ditemukan kesalahan dalam proses pengerjaan.Baca Juga: Mengantar Pesan Damai dari Prabowo, Jokowi Sampaikan Doa Haru untuk Paus Fransiskus

“Kalau ada kesalahan, saya tidak marah. Saya langsung tunjukkan cara benarnya. Dari situ mereka belajar,” ujarnya dengan tenang.

Usaha ini tak hanya membantu perekonomian keluarganya, tapi juga berdampak besar bagi warga sekitar. Banyak di antara mereka yang kini memiliki penghasilan tetap dari kerajinan ini.Baca Juga: SIG Dorong UMKM Rembang Tembus Pasar Lebih Luas Lewat Program Ramadan 2025

Harapannya sederhana namun kuat: agar ekonomi masyarakat bisa kembali pulih seperti sebelum pandemi.

“Kami ingin warga tetap punya penghasilan, tetap produktif,” imbuhnya.Baca Juga: Presiden Berganti, Diplomasi Tetap Berlanjut: Strategi di Balik Pengutusan Jokowi ke Pemakaman Paus

Kreativitas Aiptu Sukirja pun mendapat apresiasi dari Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto.

“Kreativitas anggota Polri seperti ini patut jadi contoh. Mereka tidak hanya menjalankan tugas negara, tapi juga turut mendorong perekonomian masyarakat,” tuturnya.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X