Semarang, SUARA PEMBARUAN - Agustina, Wali Kota Semarang, meluncurkan program kerja 100 hari pertama masa kepemimpinannya bersama wakil wali kota, Iswar Aminuddin. Agustina menuturkan ada tiga sektor yang menjadi prioritas, yaitu perbaikan infrastruktur, penanganan sampah, dan akses pelayanan kesehatan. Ketiga hal tersebut menurutnya merupakan tantangan guna memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Semarang.Baca Juga: Agustin Siapkan Program Beasiswa di Sekolah Swasta
Untuk awalan, dirinya memastikan percepatan penyelesaian pembangunan infrastuktur guna mendukung mobilitas penduduk dan mendorong seluruh jajarannya untuk bergerak cepat dalam menangani atau merespons keluhan masyarakat.
"Saya menekankan untuk menjadikan keluhan masyarakat terkait infrastruktur di media sosial, entah media sosial milik saya pribadi, Pemkot Semarang, atau yang masuk ke akun kepala OPD untuk segera ditindaklanjuti dan diselesaikan," kata Agustina.Baca Juga: WangS Air Buka Rute Penerbangan Bengkulu-Mukomuko dan Dua Kota Lainya di Sumatera
Agustina menyebutkan meski efisiensi anggaran menjadi perhatian utama pemerintah, pihaknya tetap menjalankan tugas dengan anggaran yang tersedia, tanpa mengurangi kualitas dan manfaat bagi masyarakat.
"Memang ada beberapa hal yang tidak tersedia, seperti biaya pemeliharaan yang kurang banyak. Justru itu, kami segera melakukan penyesuaian dan perubahan agar gangguan seperti jalan berlubang, jalan rusak, atau penutup-penutup jalan yang hilang bisa terselesaikan," tambahnya.Baca Juga: WangS Air Buka Rute Penerbangan Bengkulu-Mukomuko dan Dua Kota Lainya di Sumatera
Lebih lanjut, Agustina menegaskan bahwa setiap proyek yang dijalankan akan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. "Kami bertekad membantu masyarakat dengan cara-cara yang baik. Dan saya pastikan penggunaan anggarannya benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan memenuhi ketepatan standar akuntabilitas," ujarnya.Baca Juga: Prabowo Gandeng Investor Global dan Pengusaha Indonesia untuk Perkuat Danantara
Pernyataan Agustina ini menjadi jawaban atas pertanyaan mengenai pengurangan anggaran di beberapa sektor di Pemkot Semarang dan keterkaitannya dengan kebijakan pemerintah yang tengah dijalankannya.
"Tentu ada pos-pos yang dikurangi, seperti perjalanan dinas maupun makan minum kegiatan. Penyesuaian anggaran tetap diselaraskan dengan tiga hal, yakni visi misi pemerintah pusat, visi misi pemerintah provinsi, dan visi misi kami. Dan semuanya ini didedikasikan khusus untuk masyarakat," imbuhnya.Baca Juga: Jelang Arus Mudik, Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan Rusak
Selain infrastruktur, Agustina mengatakan target 100 hari pertamanya yang kedua, yakni Semarang Bersih. Dia menyebutkan guna mengurangi pembuangan sampah, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang akan menjadi agen percontohan pengelolaan pilah sampah dari rumah tempat tinggalnya masing-masing maupun di tingkat RT.Baca Juga: Langgar Alih Fungsi Lahan, Eiger Adventure Land Disegel
"Mulai sekarang, para pejabat eselon 2 dan eselon 3 harus disiplin dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah. Kemudian, para istri pejabat harus menjadi bagian dari PKK sebab PKK merupakan garda terdepan proses pilah sampah di tingkat RT," ucap Agustina.
Dengan konsep pendekatan keteladanan ASN kepada masyarakat, Agustina berharap akan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tidak sekadar untuk menjaga kebersihan lingkungan, melainkan juga bisa menghasilkan sampah yang bernilai ekonomi.Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman Temukan Pelanggaran Distribusi Minyakita, Pabriknya Pernah Ditutup oleh Menteri Perdagangan
"Kebersihan dan keindahan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Tanpa kebersamaan hal tersebut tidak akan terwujud," tegasnya.
Agustina juga menambahkan kesehatan menjadi salah satu program prioritasnya. Dia pun menargetkan prioritas kenaikan cakupan Universal Health Coverage (UHC) untuk seluruh masyarakat Kota Semarang. Pihaknya mengakui masih perlu pembahasan lebih lanjut untuk mematangkan pemanfaatan program tersebut.Baca Juga: Jelang Arus Mudik, Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan Rusak
"Secepatnya akan kami sampaikan ke teman-teman media data resmi kebutuhan anggaran untuk UHC ini. Harapannya jelas bisa meng-cover lebih banyak lagi. Namun, tetap harus mempertimbangkan alokasi dan kebutuhan anggaran yang ada untuk infrastruktur, kesehatan, UMKM, hingga pendidikan, salah satunya beasiswa untuk anak sekolah yang SPP-nya nunggak di sekolah swasta," ucapnya.Baca Juga: Jalan Menuju Lokasi Wisata di Jateng Ditarget Tanpa Lubang
Artikel Terkait
Sederet Proyek Strategis PGN Perluas Infrastruktur Energi Masa Depan
Minta Swasta Berperan dalam Pembangunan Infrastruktur, Prabowo: Silakan Bergerak!
Anggaran DAU dan DAK Dinas PUPR Bengkulu Tengah Direfokusing, Program Infrastruktur Terhambat
Pemprov Bengkulu Terima LHP BPK Atas Kepatuhan Belanja Infrastruktur
Hari Kelima Ikuti Retret, Ahmad Luthfi Tekankan Kebersamaan untuk Membangun Daerah, Genjot Perbaikan Infrastruktur