Kasus itu semakin ramai setelah pemilik laptop mengunggah video saat mengambil kembali perangkatnya di tempat gadai. Untuk mendapatkan laptop tersebut, korban mengaku harus menebus uang sekitar Rp3 juta.
Dari keterangan pihak tempat gadai, disebutkan bahwa SRA diduga beberapa kali keluar masuk menggadaikan laptop.
“Katanya baru saja menebus laptop, lalu masuk lagi laptop baru,” ujar korban menirukan penjelasan pegawai gadai.
Selain itu, berdasarkan penelusuran nomor telepon, guru tersebut diduga memiliki persoalan terkait pinjaman online atau pinjol.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun perkembangan terbaru baik dari pihak sekolah, korban, maupun guru yang bersangkutan terkait kasus viral tersebut.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Siap Bantu Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Laptop Rp9,9 Triliun, Tegaskan Sikap Antikorupsi
Laptop Penumpang Hilang di Bus, Rosalia Indah Nonaktifkan Kru untuk Proses Investigasi
Kemensos Bagikan 15 Ribu Laptop dan Seragam untuk Siswa Sekolah Rakyat, Saifullah Yusuf Pastikan Proses Bersih
Gubernur Malut Hadiahi Laptop dan Uang Saku untuk Paskibraka, Apresiasi atas Dedikasi dan Semangat Patriotisme
Hotel Mewah Sudirman Kecolongan, CCTV Rekam Aksi Cepat Maling Gasak Laptop dan Duit Tamu