Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Portable Greenhouse Jadi Media Ekoliterasi Anak Usia Dini

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Minggu, 21 Juni 2026 | 19:18 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Jember Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tanamkan ekoliterasi bagi anak-anak usia dini. (Ist)
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Jember Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tanamkan ekoliterasi bagi anak-anak usia dini. (Ist)

Jember, SUARA PEMBARUAN – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini terasa berbeda di Jombang, Jember. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Jember menghadirkan sebuah inovasi sederhana namun sarat makna: portable greenhouse sebagai sarana ekoliterasi bagi anak-anak usia dini. Sejak 21 Mei hingga Juni 2026, kegiatan ini menggandeng sejumlah lembaga PAUD mitra, di antaranya TK Daruttaqwa, TK Dewi Masyithoh 15 Keting I, TK Dewi Masyithoh 69 Keting II, TK Dewi Masyithoh 59 Jombang, serta TK Dharma Wanita 2 Padomasan.

Mini garden yang dirancang ramah anak itu dilengkapi perlengkapan berkebun sederhana, memungkinkan anak-anak belajar menanam dengan cara yang menyenangkan. Antusiasme terlihat jelas ketika mereka mencoba menabur benih di tray semai, menggunakan alat berkebun mini, dan merasakan pengalaman langsung merawat tanaman. Melalui kegiatan Microgreen, anak-anak diajak mengenal proses pertumbuhan tanaman sejak awal: menyiapkan media tanam, menanam benih, mengamati perkembangan, hingga merawatnya dengan penuh rasa ingin tahu.

Tujuan kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan dunia tanaman, melainkan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, membangun rasa tanggung jawab, serta membiasakan hidup ramah lingkungan sejak dini. Vinda, guru Kelompok A TK Dewi Masyithoh 69 Keting II, menilai pengalaman ini sangat berharga. “Anak belajar menjaga lingkungan, mengenal proses pertumbuhan tanaman, serta memahami bahwa beberapa tanaman di sekitar memiliki manfaat untuk makanan dan kesehatan. Kegiatan ini mendukung penguatan ekoliterasi dan pembiasaan hidup sehat sejak dini,” ujarnya.

Program pengabdian ini juga memperkuat kapasitas guru PAUD dalam menerapkan pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang terintegrasi dengan konsep EduGreen. Dengan dukungan pendanaan dari BIMA Kemdiktisaintek, guru didorong menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peduli lingkungan. Portable greenhouse menjadi media yang tidak hanya mendekatkan anak dengan alam, tetapi juga menanamkan nilai bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama.

Lebih dari sekadar praktik berkebun, kegiatan ini menghadirkan ruang bermain sekaligus ruang belajar yang menyenangkan. Anak-anak merasakan bahwa menanam bukanlah pekerjaan orang dewasa semata, melainkan aktivitas yang bisa mereka lakukan dengan gembira. Dari benih kecil yang tumbuh menjadi kecambah, mereka belajar tentang kesabaran, keberlanjutan, dan pentingnya merawat kehidupan.

Diharapkan, mini garden ini menjadi model pembelajaran yang dapat direplikasi di berbagai PAUD lain. Dengan cara sederhana, anak-anak dikenalkan pada konsep ekoliterasi yang kelak membentuk generasi lebih sadar lingkungan. Seperti pesan yang ingin disampaikan Tim PKM Universitas Jember, setiap langkah kecil dalam pendidikan anak usia dini adalah investasi besar bagi masa depan bumi.   

(Penulis: Nur Fatwikiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog)

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X