Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Memasuki puncak jendela bonus demografi, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk mentransformasi kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di kancah global. Menjawab tantangan tersebut, Kak Rama (Muhamad Ramadhona) selaku Founder Generasi Cerdas Indonesia (GCI) sekaligus Tim Pemetaan Kompetensi Futuristik Kemendikdasmen 2026, menekankan pentingnya satuan pendidikan mengadopsi empat pilar Kompetensi Futuristik secara utuh dan terintegrasi.
Hal tersebut disampaikannya dalam paparan materi bertajuk "Implementasi Pengembangan SDM Indonesia Berbasis Kompetensi Futuristik Melalui Satuan Pendidikan" pada acara Webinar Nasional FUTURE READY HUMAN CAPITAL: Arah Strategis Pengembangan SDM Indonesia Berbasis Kompetensi Futuristik Melalui Satuan Pendidikan dan Perguruan Tinggi yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Acara yang dibuka dengan opening speech dari Dr. Awang Darmawan Putra, MM (Dekan Fakultas Manajemen dan Kepemimpinan Tanri Abeng University) dan keynote speech dari Dr. Agus Ramdani, S.Sos,. MAP (Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat 1 mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, M.Pd) ini, membedah strategi komprehensif pengembangan SDM dari berbagai lini, mulai dari perguruan tinggi hingga wilayah pinggiran Indonesia.
SDM Maju Kunci Kemajuan Bangsa
Dalam paparannya, Muhamad Ramadhona memperlihatkan data global yang menunjukkan bahwa negara dengan GDP tinggi saat ini adalah negara yang berinvestasi penuh pada kualitas manusianya (memiliki Human Development Index tinggi), bukan yang sekadar mengandalkan kekayaan sumber daya alam.
"Indonesia saat ini berada di momen emas di mana mayoritas penduduk berada di usia produktif. Namun, jendela kesempatan ini akan mulai menurun setelah tahun 2030. Jika kita tidak bergerak cepat melakukan investasi strategis pada pendidikan berkualitas dan keterampilan yang relevan, kita bisa menghadapi bencana demografis berupa tingginya angka pengangguran. Kita harus optimistis, melalui kolaborasi, kita bisa menyiapkan Generasi Cerdas Indonesia menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Kak Rama.
4 Pilar Kompetensi Futuristik di Sekolah
Sebagai konsultan pendidikan bidang SDM sejak 2011, Kak Rama menjelaskan bahwa sukses di era digital tidak cukup diraih dengan ijazah tinggi atau sekadar tahu cara menggunakan laptop. Sekolah wajib menanamkan empat senjata sekaligus kepada siswa, yaitu:
Pertama, Digital Skills. Bukan sekadar bermain media sosial, melainkan kemampuan menggunakan tools produktivitas, memahami kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan analisis data dasar.
Kedua, Advanced Technical Skills. Keahlian mendalam (expertise) di bidang spesifik seperti pertanian modern, teknologi, hingga keahlian profesional seperti menulis buku.
Ketiga, Human Skills (Soft Skills). Kemampuan interpersonal yang meliputi komunikasi, kolaborasi, pemikiran kritis (critical thinking), kecerdasan emosional, dan empati.
Keempat, Entrepreneurial Skills. Menanamkan pola pikir kewirausahaan (mindset), kejelian melihat peluang, kemampuan manajemen finansial, serta resiliensi untuk bangkit dari kegagalan.
Kak Rama memberikan contoh konkret implementasi metode ini melalui program JakWriteBook yang diinisiasi oleh GCI. Program bimbingan teknis menulis buku untuk siswa SD hingga SMK ini secara nyata mengintegrasikan keempat pilar tersebut. "Siswa memanfaatkan AI sebagai asisten diskusi ide (Digital Skills), mempraktikkan langsung teknik menulis buku tunggal (Technical Skills), melakukan kolaborasi dan bedah buku (Human Skills), hingga menyusun rencana bagaimana memasarkan karya mereka sendiri (Entrepreneurial Skills)," jelasnya.
Artikel Terkait
Baru Dirumorkan Mundur Dari Posisi Menkeu, Sudah Viral Narasi Digantikan Chatib dan Budi Gunadi, Purbaya Heran
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Klaim Kantongi Nama-Nama Besar dalam Kasus MBG
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Gelar Bakti Sosial Kesehatan Operasi Katarak Gratis
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Pagar Ruyung, Bengkulu Utara Segera Rampung
Siswi SD Tewas dalam Perampokan di Sragen, Polisi Dalami Dugaan Pelaku Lebih dari Satu Orang