Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (19/6/2026) memicu gelombang keluhan dari masyarakat. Warga menyoroti minimnya informasi dari PLN terkait padamnya listrik yang berlangsung hingga tiga sampai empat jam di beberapa kawasan.
Kekecewaan warga meluas di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet mengaku aktivitas sehari-hari terganggu akibat pemadaman yang disebut terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan datang dari akun Threads @diasmaesyita_. Dalam unggahannya, terlihat kondisi lalu lintas di kawasan Jogteng Barat yang semrawut setelah lampu lalu lintas mati akibat padamnya pasokan listrik.
Pengguna akun tersebut mengunggah momen sejumlah warga turun tangan mengatur arus kendaraan di tengah minimnya petugas yang terlihat di lokasi. Unggahan itu pun mendapat respons luas dari warganet yang mengalami kondisi serupa di berbagai titik di Yogyakarta.
Dampak pemadaman juga dirasakan pelaku usaha dan pekerja kreatif. Akun @cctvdije membagikan pengalamannya saat menjalani sesi pemotretan yang terganggu karena listrik tiba-tiba padam ketika proses produksi hendak dimulai.
Menurutnya, tim produksi terpaksa menyewa genset secara mandiri untuk melanjutkan pekerjaan. Namun, keterbatasan daya membuat sejumlah peralatan, termasuk pendingin ruangan, tidak dapat beroperasi secara maksimal sehingga memengaruhi kenyamanan kru dan talent.
Keluhan serupa datang dari kalangan pekerja yang mengandalkan koneksi internet dan pasokan listrik untuk bekerja secara daring. Seorang guru les online melalui akun Threads @hilmynw mengaku harus berpindah-pindah lokasi ke pusat perbelanjaan demi memastikan proses mengajar tetap berjalan.
Ia menyebut telah beberapa kali berpindah tempat karena lokasi yang didatangi juga mengalami pemadaman listrik. Kondisi tersebut membuat aktivitas kerja menjadi tidak efektif dan menambah biaya operasional.
Ramainya keluhan masyarakat kemudian berujung pada membanjirnya komentar di akun media sosial PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta. Warganet meminta perusahaan listrik negara tersebut lebih transparan dalam menyampaikan informasi mengenai pemadaman dan wilayah terdampak.
Berbagai komentar bernada kritik muncul, mulai dari permintaan pembaruan informasi secara berkala hingga desakan agar PLN lebih responsif menjawab pertanyaan masyarakat yang terdampak.
Menanggapi situasi tersebut, PLN melalui Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik terjadi akibat masalah teknis yang berdampak pada dua unit pembangkit besar di sistem kelistrikan Jawa.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan penurunan kemampuan pasokan daya sehingga PLN harus melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan.
PLN juga menyatakan proses pemulihan terus dilakukan dengan mempercepat perbaikan pada pembangkit yang mengalami gangguan serta mengoptimalkan pasokan dari sumber pembangkit cadangan.
Meski demikian, hingga keluhan warga ramai diperbincangkan di media sosial, belum ada penjelasan khusus dari PLN Yogyakarta terkait kritik masyarakat mengenai pemadaman yang disebut berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Artikel Terkait
Kebakaran Hutan di Provinsi Jambi Meluas, “Water Bombing” Tidak Bisa Lakukan Pemadaman Hingga Tuntas
Tebar Berkah dari Aceh hingga Papua, PLN Salurkan 2.122 Hewan Kurban untuk 206 Ribu Warga
PLN Siapkan Listrik 1,2 GW untuk Data Center AI, Perkuat Posisi Indonesia di Era Ekonomi Digital
BNPT Gelar Sosialisasi Peraturan Nor 3 Tahun 2020 dan Assessment Sistem Pengamanan di PLN IP UBP Bengkulu
PLN Pastikan Pasokan Listrik Bengkulu Aman, Pemprov Perkuat Sinergi Dukung Progrsm PSN