KLATEN, SUARA PEMBARUAN – Kabupaten Klaten bersiap menyambut destinasi wisata baru yang diharapkan menjadi ikon rekreasi keluarga sekaligus pusat edukasi satwa. Pony Park Klaten, yang disingkat POPA, hadir dengan konsep The Legendary Pony Adventure, memadukan nuansa petting zoo dan mini zoo dalam suasana petualangan bertema frontier klasik yang dipadu sentuhan fantasi ramah keluarga. Kehadiran taman wisata ini diyakini mampu memperkaya pilihan rekreasi di kawasan Solo–Yogyakarta serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Dalam sesi perkenalan dengan media, pengelola Pony Park mengusung filosofi “Langkah kecil, temukan petualangan besar” sebagai fondasi pengembangan wahana. Filosofi ini mencerminkan keyakinan bahwa interaksi sederhana dengan satwa dapat menghadirkan pengalaman bermakna bagi pengunjung, khususnya anak-anak. Arief Agung, salah satu pendiri yang hadir bersama istrinya, Lia, menyampaikan bahwa pihaknya ingin anak-anak mengenal dan mencintai satwa secara langsung, bukan hanya melalui layar. Dari interaksi nyata, mereka bisa belajar, bermain, dan bertumbuh bersama keluarga.
Pony Park digerakkan oleh lima sosok utama, yaitu Arief Agung, Lia, Isra, Indra, dan Dita. Mereka merumuskan visi menghadirkan wahana edukasi satwa yang berbeda dari kebun binatang konvensional—lebih interaktif, lebih personal, dan lebih berkesan. Dengan dukungan manajemen, Pony Park resmi diperkenalkan sebagai destinasi wisata keluarga unggulan di Klaten. Perwakilan manajemen, Adel, menyampaikan apresiasi atas dukungan media dan menegaskan bahwa Pony Park bukan sekadar mini zoo, melainkan wahana yang lebih luas dengan koleksi satwa beragam. Kurang lebih ada delapan puluh jenis satwa yang akan mereka hadirkan, salah satunya adalah kapibara, satwa yang belakangan menjadi primadona dan banyak dicari pengunjung.
Selain kapibara, pengunjung dapat menjumpai alpaca, meerkat, hingga kuda poni sebagai ikon utama. Kuda poni dipilih karena karakternya yang ramah dan menarik bagi anak-anak, sekaligus selaras dengan konsep petualangan keluarga. Beragam aktivitas interaktif tersedia, antara lain feeding animal atau memberi makan satwa secara langsung, animal encounter untuk berinteraksi dekat, animal show yang menghibur sekaligus edukatif, serta pony riding yang menjadi daya tarik utama. Seluruh aktivitas dilakukan di bawah pengawasan petugas profesional demi menjamin keamanan pengunjung dan kesejahteraan satwa.
Pony Park dijadwalkan resmi dibuka untuk umum pada 28 Juni 2026. Informasi harga tiket akan diumumkan melalui kanal media sosial menjelang pembukaan. Lokasi Klaten dipilih karena posisinya yang strategis—berada di antara Yogyakarta dan Solo—sehingga mudah dijangkau masyarakat dari berbagai daerah. Adel menambahkan bahwa pihaknya melihat potensi wisata keluarga di Klaten sangat besar, dan Pony Park hadir sebagai alternatif destinasi edukatif yang bisa dinikmati semua kalangan.
Dalam sesi tanya jawab bersama media, pengelola menegaskan komitmen terhadap kesejahteraan satwa. Standar perawatan menjadi prioritas utama, meliputi pemberian pakan sesuai kebutuhan nutrisi, pemeriksaan kesehatan rutin oleh dokter hewan, pengelolaan kandang yang layak dan bersih, serta pengaturan aktivitas interaksi agar tidak menimbulkan stres. Keamanan pengunjung, terutama anak-anak, juga dijaga melalui aturan interaksi yang ketat dan pendampingan orang tua. Manajemen menegaskan bahwa tidak semua satwa dapat diajak berinteraksi; hanya satwa yang memang telah disiapkan dan selalu didampingi petugas.
Pony Park menyediakan fasilitas keluarga yang lengkap, termasuk kids zone khusus anak-anak. Dengan konsep ramah semua usia, pengelola berharap seluruh anggota keluarga—dari balita hingga kakek-nenek—dapat menikmati pengalaman berkesan. Selain itu, kehadiran Pony Park diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, sekolah dan institusi pendidikan, komunitas pecinta satwa, serta pelaku UMKM lokal. Dampak positif yang ditargetkan mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan kunjungan wisata, serta penguatan sektor pariwisata Klaten.
Lahan yang ditempati Pony Park tergolong luas—bahkan melebihi bayangan umum tentang kebun binatang mini. Hal ini menjadi pembeda dibandingkan kebun binatang lain di sekitar Solo maupun Yogyakarta. Adel mengungkapkan bahwa mereka ingin menghadirkan pengalaman berbeda, tidak hanya melihat satwa, tetapi juga berinteraksi, belajar, dan merasakan kebersamaan keluarga dalam suasana rekreasi yang menyenangkan. Dengan perpaduan konsep frontier klasik dan fantasi keluarga, Pony Park menawarkan atmosfer unik yang jarang ditemui di destinasi serupa.
Harapan besar disampaikan pengelola agar Pony Park menjadi destinasi wisata edukasi unggulan di Klaten. Adel menegaskan bahwa mereka ingin memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia pendidikan, serta mendukung perkembangan sektor pariwisata daerah. Penambahan koleksi satwa ke depan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesejahteraan satwa dan kesiapan fasilitas. Sistem operasional juga telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, sehingga kenyamanan dan keamanan tetap terjaga.
Dengan semangat “Langkah kecil, temukan petualangan besar”, Pony Park Klaten hadir bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan ruang belajar yang menyenangkan bagi keluarga. Kehadirannya diharapkan menjadi tonggak baru bagi pariwisata Klaten, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai satwa secara langsung.
Artikel Terkait
Ketua KPK Setyo Budiyanto Paparkan Modus Pemerasan Sistemik yang Jerat Silmy Karim
Bukan Cuma Angkat Senjata, Peran Ganda Satgas Damai Cartenz 2026 Dipuji Tokoh Papua
Pasar Kangen 2026 Tampilkan 300an Tenant, Didominasi Generasi Muda
Kepala Suku Besar Meepago Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Negatif Jelang 1 Juli
Gelaran ARTJOG ARS LONGA: Generatio, Seni, Air, dan Ingatan Kolektif Dimulai