Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Gelaran Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta (TBY) 2026 resmi dibuka pada 22 hingga 28 Juni mendatang. Mengusung tema Ana Upaya Ana Upa, ajang tahunan ini tak hanya menjadi ruang bernostalgia, tetapi juga wadah bagi regenerasi budaya dan penguatan ekonomi kreatif berbasis tradisi. Falsafah Jawa yang berarti "setiap usaha akan mendatangkan hasil" itu menjadi roh dari seluruh rangkaian kegiatan.
Tahun ini, antusiasme peserta terpantau sangat tinggi. Dari 687 pendaftar yang melalui proses kurasi ketat, panitia menetapkan 294 tenant. Namun, Ketua Panitia Pasar Kangen Jogja, Ong Hari Wahyu, mengungkapkan adanya tambahan enam peserta sehingga total mencapai 300 tenant. Rinciannya, 171 tenant bergerak di bidang kuliner tradisional, sedangkan 129 sisanya merupakan pelaku usaha kerajinan, barang antik, dan jasa.
"Yang menarik, mayoritas peserta adalah anak-anak muda. Hampir seluruh pedagang kali ini adalah generasi muda yang membawa semangat baru dalam melestarikan tradisi," ujar Ong di sela-sela upacara potong tumpeng di TBY, Jumat (19/6).
Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Dra. Purwiati, menegaskan bahwa Pasar Kangen bukan sekadar ajang transaksi ekonomi. Lebih dari itu, kegiatan ini berfungsi sebagai ruang nostalgia, edukasi, dan penanaman nilai budaya di tengah gempuran modernisasi. "Kehadiran Pasar Kangen setiap tahun menjadi pengingat bahwa tradisi yang dirawat bersama akan selalu relevan dan memberi manfaat nyata," tuturnya.
Suasana tempo dulu menjadi daya tarik utama pasar ini. Pengunjung dapat menikmati beragam jajanan lawas, berburu barang antik, hingga menyaksikan permainan rakyat yang kini mulai langka. Atmosfer lintas generasi ini menciptakan pengalaman unik, di mana kenangan masa lalu bertemu dengan energi segar dari para pelaku muda yang menjadi tulang punggung acara.
Selain bazar, Pasar Kangen 2026 juga dimeriahkan oleh panggung Gelar Seni yang menampilkan 19 grup kesenian. Mulai dari musik tradisional, tari, teater, hingga wayang kulit pakeliran padat akan mengisi pekan budaya ini. Pertunjukan tersebut diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan memperkaya wawasan masyarakat.
Melalui tema Ana Upaya Ana Upa, TBY berkomitmen menjaga budaya sebagai identitas sekaligus sumber penghidupan. Kegiatan yang didukung Anggaran Dana Keistimewaan DIY 2026 ini bertujuan melestarikan kuliner dan kerajinan tradisional, mendukung UMKM, serta memperkuat pariwisata budaya Yogyakarta. Harapannya, Pasar Kangen mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan meningkatkan partisipasi publik dalam pemajuan kebudayaan.
Di tengah hiruk-pikuk pasar, terlihat anak-anak asyik bermain egrang, orang tua tersenyum mengenang jajanan masa kecil, dan generasi muda menemukan kebanggaan baru akan warisan leluhur. Pasar Kangen pun menjelma menjadi ruang inklusif yang tidak hanya merawat ingatan, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi keberlanjutan budaya di Yogyakarta.
Dengan semangat "Salam Budaya, Lestari Budayaku" dan "Salam Taman Budaya, Kreatif Inovatif", Pasar Kangen 2026 kembali membuktikan bahwa identitas budaya adalah kekuatan yang harus terus dijaga, dihidupi, dan dikembangkan.
Artikel Terkait
Kepala Imigrasi Jakbar Terjaring OTT KPK, Dugaan Suap Pengurusan KITAP-KITAS WNA Terungkap
Ketua KPK Setyo Budiyanto Paparkan Modus Pemerasan Sistemik yang Jerat Silmy Karim
Resmikan Laboratorium Farmakologi Sido Muncul, Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar: Jamu Indonesia Harus Jadi Ikon Dunia
Sekda Bengkulu Rapat Koordinasi Bersama Dewan Pengawas dan Direksi RSMY, Bahas Kualitas Layanan Kesehatan
Kepala Suku Besar Meepago Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Negatif Jelang 1 Juli