Home Sweet Loan The Musical Hidupkan Perjalanan Kaluna di Panggung Teater dengan Lagu Baru Idgitaf

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:05 WIB
Kisah Home Sweet Loan karya Almira Bastari kini hadir dalam bentuk pertunjukan musikal penuh. (Ist)
Kisah Home Sweet Loan karya Almira Bastari kini hadir dalam bentuk pertunjukan musikal penuh. (Ist)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Setelah sukses diadaptasi ke layar lebar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, kisah Home Sweet Loan karya Almira Bastari kini hadir dalam bentuk pertunjukan musikal penuh. Kolaborasi antara Visinema, Indonesia Kaya, dan Jakarta Art House ini akan dipentaskan sebanyak 23 kali pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan ini menghadirkan perjalanan Kaluna, tokoh utama yang diperankan oleh dua aktris berbeda, Kalya Islamadina dan Chintana Jo, dengan dukungan lima lagu orisinal baru karya Idgitaf.

Kehadiran Home Sweet Loan The Musical menjadi langkah penting dalam memperluas pengalaman emosional penonton. Pertunjukan ini tidak sekadar memindahkan cerita dari novel dan film ke atas panggung, tetapi juga membuka ruang batin Kaluna melalui perpaduan akting, musik, koreografi, dan tata artistik. Penonton diajak merefleksikan dinamika keluarga, tekanan kehidupan urban, serta perjuangan generasi muda dalam menemukan ruang bagi diri sendiri di tengah tanggung jawab besar terhadap orang-orang yang dicintai. Kisah Kaluna yang memimpikan rumah bukan hanya tentang kepemilikan fisik, melainkan tentang seseorang yang terlalu lama menjadi rumah bagi semua orang dan akhirnya belajar menyediakan ruang bagi dirinya sendiri.

Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, menegaskan bahwa seni pertunjukan memiliki kekuatan untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus membuka ruang lahirnya karya baru yang relevan dengan zamannya. Ia menyebut produksi ini sebagai bukti nyata kolaborasi lintas industri yang memperkuat ekosistem teater musikal Indonesia. Keterlibatan alumni Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya Indonesia Kaya dalam tim kreatif maupun pemain juga menjadi bukti bahwa ruang pembinaan talenta dapat berkembang menjadi karya berskala besar.

Produser Visinema, Cristian Imanuell, menambahkan bahwa sejak awal Home Sweet Loan bukan sekadar tentang membeli rumah, melainkan tentang banyak orang yang memikul tanggung jawab tanpa pernah benar-benar bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Dalam bentuk musikal, cerita ini membuka ruang batin Kaluna yang sebelumnya belum sepenuhnya terdengar. Ketika dialog tidak lagi cukup menampung perasaan, karakter menyanyikannya. Pertunjukan ini juga mengajukan pertanyaan sederhana: apakah mencintai keluarga harus selalu berarti mengorbankan seluruh diri sendiri?

Sutradara Dinda Lisa Reideka menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam mengadaptasi kisah ini ke panggung musikal adalah memastikan setiap elemen berbicara dengan bahasa yang sama. Akting, musik, koreografi, hingga tata artistik harus berjalan bersama untuk membawa penonton masuk ke perjalanan batin Kaluna. Harapannya, penonton bukan hanya mengikuti kisahnya, tetapi benar-benar merasakan setiap keputusan, keraguan, dan keberanian yang membentuk hidupnya.

Bagi Almira Bastari, penulis novel Home Sweet Loan, adaptasi ini menjadi perjalanan baru bagi kisah yang pertama kali ia tuliskan sebagai potret perjuangan generasi muda dalam mencari tempat untuk pulang. Ia menekankan bahwa rumah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga ruang yang memberi rasa aman. Lewat Kaluna, Almira ingin menunjukkan bahwa menjadi anak bungsu tidak selalu berarti hidup lebih mudah, justru sering kali memikul tanggung jawab besar. Ia berharap musikal ini dapat menghadirkan pelukan emosional bagi banyak orang yang terus bekerja keras demi keluarganya.

Salah satu pembaruan terbesar dalam adaptasi ini adalah hadirnya lima lagu orisinal karya Idgitaf. Lagu-lagu tersebut tidak sekadar mengiringi cerita, tetapi menjadi bagian dari narasi yang memperluas perjalanan emosional Kaluna. Idgitaf mengungkapkan bahwa menulis lagu untuk musikal ini menjadi pengalaman berbeda karena setiap lagu harus menjadi suara bagi hal-hal yang mungkin tidak bisa diucapkan Kaluna. Ia berharap karya tersebut dapat mewakili perasaan banyak orang yang menyimpan pengalaman serupa.

Pertunjukan ini melibatkan lebih dari 50 insan kreatif, 11 pemeran utama, serta 24 pemeran ensemble. Koreografi garapan El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati merepresentasikan ritme kehidupan Jakarta dan tekanan urban, sementara Yandi Brownsu sebagai vocal director membimbing para pemain dalam membangun interpretasi vokal yang mampu menyampaikan emosi setiap karakter. Tata musik di bawah arahan Ivan Tangkulung menyatukan aransemen dan struktur musikal dengan lima lagu baru Idgitaf, dibawakan secara live orchestra untuk memperkuat pengalaman teater musikal yang hangat dan intim.

Melalui Home Sweet Loan The Musical, penonton diajak merefleksikan satu pertanyaan mendasar: kapan sebuah rumah masih layak disebut rumah jika seseorang tidak lagi merasa aman di dalamnya? Pertunjukan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang refleksi bagi generasi muda yang tengah berjuang menyeimbangkan cinta keluarga dengan kebutuhan pribadi.

 

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arul Kharisma Memulai Perjalanan Baru di Madinah

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:20 WIB
X