Yaqin Membuka Babak Baru Lewat Album Debut Kebiasaan

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Jumat, 31 Juli 2026 | 19:28 WIB
Musisi asal Malang, Yaqin, resmi menandai perjalanan barunya di industri musik dengan merilis album debut bertajuk Kebiasaan. (Ist)
Musisi asal Malang, Yaqin, resmi menandai perjalanan barunya di industri musik dengan merilis album debut bertajuk Kebiasaan. (Ist)

Malang, SUARA PEMBARUAN - Musisi asal Malang, Yaqin, resmi menandai perjalanan barunya di industri musik dengan merilis album debut bertajuk Kebiasaan pada 12 Juni 2026. Album yang berisi delapan lagu ini menjadi tonggak penting setelah sebelumnya ia dikenal melalui sejumlah single dan proyek musik bersama Sorai Seroja. Kehadiran Kebiasaan bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah catatan personal yang lahir dari pengalaman hidup, kehilangan, dan proses pendewasaan.

Di tengah derasnya tren musik yang bergerak cepat mengikuti algoritma media sosial, Yaqin memilih jalur berbeda. Ia menghadirkan karya yang lebih reflektif, merangkum kenangan, kegagalan, kisah cinta, hingga kebiasaan-kebiasaan kecil yang diam-diam membentuk seseorang menjadi lebih dewasa. Nuansa retro pop, jazz, dan sentuhan city pop menjadi warna utama album ini, menghadirkan atmosfer hangat yang sekaligus nostalgik.

Album Kebiasaan juga menjadi memoar musikal tentang perjalanan Yaqin merantau demi mengejar mimpi di industri musik. Lewat delapan lagu, ia menggambarkan suasana kota metropolitan dengan lampu jalan yang tak pernah padam, percakapan yang tertinggal di udara, hingga rasa sepi yang hadir dalam diam. Lirik yang jujur dan sederhana membuat album ini terasa dekat bagi siapa saja yang pernah merasakan kehilangan maupun pencarian arah hidup.

Sebagai lagu utama, Yaqin memilih “Purnama”, sebuah karya tentang cinta yang tak sampai. Lagu ini terinspirasi dari kisah nyata seorang teman, dengan nuansa emosional yang mengingatkan pada “Bunga Terakhir” karya Bebi Romeo. “Purnama” mengajak pendengar memahami bahwa rasa sakit dan kehilangan bisa disampaikan dengan cara yang lembut, santun, dan penuh keindahan.

Dalam proses produksinya, Yaqin mendapat dukungan dari Bayu Aji sebagai road manager, Decky Anugrah sebagai produser, serta Daniel Silalahi yang mengisi permainan gitar. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam menerjemahkan catatan pribadi Yaqin menjadi karya musik yang utuh. Sentuhan retro khas era 80-an berpadu dengan relevansi masa kini, menjadikan album ini tidak hanya bernuansa klasik tetapi juga segar bagi telinga pendengar modern.

Melalui Kebiasaan, Yaqin ingin menghadirkan ruang bagi siapa saja yang sedang merasa gundah, lelah, atau kesepian di tengah hiruk pikuk kehidupan kota. Album ini menjadi teman perjalanan, bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga untuk berdamai dengan kehilangan dan menemukan kekuatan baru. Bagi Yaqin, musik adalah cara untuk menyuarakan luka sekaligus membuktikan bahwa dari rasa sakit dapat lahir karya yang hangat dan penuh makna.

Dengan debut ini, Yaqin menegaskan dirinya sebagai musisi yang tidak sekadar mengikuti arus, melainkan berani menghadirkan karya yang jujur dan reflektif. Kebiasaan adalah babak baru yang membuka jalan panjang kariernya, sebuah album yang mengajak pendengar untuk merasakan, merenung, dan menemukan diri mereka sendiri dalam setiap bait lagu. (Rohmat Yusuf)

 

 

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arul Kharisma Memulai Perjalanan Baru di Madinah

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:20 WIB
X