Bikin Bangga! Bocah SD Boyolali Diapresiasi Gubernur Jateng Usai Bantu NASA Tutup Celah Keamanan

Photo Author
Gregorius Steven, Suara Pembaruan
- Rabu, 29 Juli 2026 | 19:25 WIB
Ibrahim Al Abrar, siswa SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (SP/Gregorius Steven)
Ibrahim Al Abrar, siswa SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (SP/Gregorius Steven)

Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Prestasi membanggakan ditorehkan Ibrahim Al Abrar, siswa SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Di usia yang masih belia, Ibrahim berhasil menemukan kerentanan keamanan pada salah satu sistem milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), hingga mendapat pengakuan dari lembaga tersebut.

Saat ditemui usai bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ibrahim menceritakan awal mula ketertarikannya pada dunia keamanan siber. Ia mengaku belajar secara mandiri setelah membaca berbagai artikel mengenai perburuan bug (bug bounty) dan keamanan sistem.

"Karena terinspirasi dari orang-orang yang pernah mendapatkan pengakuan. Saya membaca artikel dan mengikuti cara-cara untuk mendapatkan celah keamanan," ujar Ibrahim.

Ibrahim menjelaskan, kerentanan yang ia temukan merupakan teknik broken link hijacking, yaitu kondisi ketika sebuah tautan pada sistem sudah tidak aktif sehingga berpotensi diambil alih oleh pihak lain untuk tujuan yang tidak semestinya.

"Jenisnya namanya broken link hijacking. Jadi link-nya mati, kemudian bisa diambil alih dan digunakan untuk phishing. Celah itu kemudian saya laporkan," katanya.

Dalam proses pencarian celah keamanan tersebut, Ibrahim mengaku memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu alat bantu.

"Alat yang saya pakai DeepSeek, AI DeepSeek," ungkapnya.

Kecintaan Ibrahim terhadap komputer sudah tumbuh sejak duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Hobi tersebut kemudian berkembang menjadi minat serius mempelajari dunia pemrograman dan keamanan siber secara otodidak.

"Saya memang suka komputer sejak kelas lima," ujarnya.

Meski telah mengukir prestasi internasional, Ibrahim mengaku masih memiliki harapan besar. Selain ingin memiliki laptop dengan spesifikasi tinggi untuk menunjang proses belajarnya, ia juga berharap sekolahnya dapat direnovasi agar kegiatan belajar mengajar semakin nyaman.

"Harapan saya mendapatkan laptop yang spesifikasinya tinggi dan juga sekolah saya bisa direnovasi," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan sebuah laptop kepada Ibrahim sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. Bantuan tersebut diharapkan dapat semakin memotivasi Ibrahim untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang coding dan keamanan siber serta menginspirasi pelajar Indonesia lainnya untuk berprestasi di tingkat dunia.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X