Senam PKK Disulap Jadi Magnet UMKM, SARANGEOO Hidupkan Kembali Pasar Rakyat Gedawang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 19 Juli 2026 | 19:43 WIB
Kegiatan Seam Bersama untuk menghidupkan UMKM.  (Dokumen KKN-T IDBU-08 UNDIP)
Kegiatan Seam Bersama untuk menghidupkan UMKM. (Dokumen KKN-T IDBU-08 UNDIP)

Semarang, SUARA PEMBARUANPasar rakyat tidak lagi dipandang sekadar lokasi transaksi jual beli. Melalui inovasi yang menggabungkan olahraga, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan UMKM, Pasar Rakyat Gedawang di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, kini diarahkan menjadi pusat ekonomi berbasis komunitas lewat program SARANGEOO (Gedawang Oke Oye).

Transformasi tersebut digagas melalui Program Iptek Bagi Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) yang diimplementasikan dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) bertajuk "Memajukan Pasar Rakyat Gedawang Oke Oye (SARANGEOO) sebagai Arena Bazar UMKM dan Pengembangan Ekonomi".

Program ini didampingi dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum., dan Herpin Nopiandi Khurosan, S.S., M.S., dengan melibatkan mahasiswa KKN untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kelurahan Gedawang dinilai memiliki modal sosial yang kuat melalui aktivitas PKK, karang taruna, komunitas olahraga, hingga pelaku UMKM. Potensi tersebut kemudian diintegrasikan dalam berbagai kegiatan yang mampu menarik keramaian sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memadukan kegiatan senam bersama ibu-ibu PKK dengan bazar UMKM SARANGEOO. Kegiatan yang digelar sejak awal Juli itu kemudian diperluas dengan berbagai agenda olahraga, seperti turnamen bulu tangkis dan bola voli antar-RW di kawasan sekitar Kantor Kelurahan Gedawang.

Ratusan peserta yang hadir setiap pekan menjadi pasar potensial bagi produk-produk UMKM lokal. Konsep tersebut membuat pasar rakyat berkembang menjadi ruang publik yang menghadirkan aktivitas olahraga, hiburan, interaksi sosial, sekaligus transaksi ekonomi dalam satu kawasan.

Agar mampu menarik lebih banyak pengunjung, penyelenggara juga menerapkan konsep crowd design atau desain keramaian. Penataan lokasi bazar, jalur pengunjung, area pertunjukan, parkir hingga fasilitas umum dirancang untuk menciptakan suasana yang nyaman sehingga masyarakat betah berada di lokasi.

Kurasi pelaku UMKM juga dilakukan agar produk yang dijual lebih beragam. Berbagai kegiatan pendukung seperti pertunjukan seni, permainan anak, edukasi kesehatan, hingga pelayanan publik turut dihadirkan untuk meningkatkan lama kunjungan masyarakat dan membuka peluang transaksi yang lebih besar.

Dalam program tersebut, PKK berperan sebagai motor penggerak ekonomi keluarga melalui promosi produk lokal, pendampingan pelaku usaha, hingga keterlibatan dalam penyelenggaraan bazar.

Sementara itu, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan pendampingan kepada UMKM melalui digitalisasi pemasaran, penggunaan QRIS, fotografi produk, desain kemasan, promosi media sosial, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.

Dr. Sukarjo Waluyo mengatakan program IDBU-KKN Tematik membuktikan perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial melalui pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, SARANGEOO berpotensi menjadi model pengembangan pasar rakyat modern berbasis komunitas di Kota Semarang karena mampu mengintegrasikan kesehatan masyarakat, pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, kreativitas generasi muda, dan penguatan ekonomi lokal dalam satu ekosistem.

Lurah Gedawang, Sri Suwanti, S.STP., menilai pembangunan ekonomi masyarakat tidak selalu membutuhkan investasi besar. Yang terpenting adalah kemampuan mengelola potensi lokal, membangun kolaborasi antarwarga dan pemangku kepentingan, serta memanfaatkan ruang publik sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Ia berharap pengembangan SARANGEOO dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga Pasar Rakyat Gedawang tumbuh menjadi ikon ekonomi kerakyatan Kota Semarang yang menggabungkan kesehatan, kebersamaan, kewirausahaan, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu kawasan.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X