Yogyakarta, SUARAPEMBARUAN - Sebanyak 30 mahasiswa KKN PPM UGM Peduli Bencana tiba di Aceh pada Minggu (1/2) untuk turut serta dalam upaya pemulihan pascabencana. Rombongan yang didampingi Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, ini diterima oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan tokoh masyarakat setempat di Posko Media Center setempat.
Dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat menyampaikan harapan agar kehadiran mahasiswa dapat membantu warga, terutama petani yang kehilangan mata pencaharian karena lahannya tertutup material longsor.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pidie Jaya, Saiful, M.Pd., menyatakan apresiasi dan harapannya. "Kami dari pemerintah sangat bersyukur. Mudah-mudahan masyarakat bisa terbantu dan bangkit," ujarnya. Ia mengungkapkan, kerusakan di Pidie Jaya mencapai lebih dari 17 ribu unit, meliputi rumah, lahan pertanian, sarana-prasarana, dan infrastruktur, yang melumpuhkan ekonomi dan berpotensi meningkatkan angka kemiskinan. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan pencerahan serta strategi baru untuk membangkitkan sektor-sektor ekonomi.
Harapan serupa disampaikan tokoh masyarakat Pidie Jaya sekaligus alumnus UGM, Kamarudin Andalah. "Kehadiran mahasiswa KKN semoga dapat memberikan pencerahan dan harapan baru," katanya. Ia menekankan bahwa dampak bencana kali ini sangat berat, bahkan lebih sulit dibanding pascatsunami 2004 dalam hal kesulitan pangan. Dari 8 kecamatan di Pidie Jaya, 6 terdampak, dengan Kecamatan Meurah Dua dan Bandar Dua sebagai yang terparah. Sarana publik seperti pendidikan dan kesehatan juga lumpuh. Ia berharap mahasiswa dapat membantu para petani yang kehilangan lahan.
Wakil Rektor Dr. Arie Sujito menjelaskan, mahasiswa akan ditugaskan di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Utara. "Mahasiswa KKN ini bersama dosen akan berupaya membantu masyarakat dengan menghubungkan program lain yang sudah dikerjakan oleh tim kelompok kerja UGM dalam upaya mempercepat proses pemulihan," jelasnya. Ia menegaskan bahwa pemulihan ekonomi dan psikologis pascabencana membutuhkan kolaborasi banyak pihak, dan UGM berkomitmen untuk meringankan beban masyarakat.
Sebelum diberangkatkan, mahasiswa telah mendapat pembekalan dari Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum., terkait tugas-tugas utama di lapangan. Materi pembekalan meliputi pembangunan Hunian Sementara (Huntara), sanitasi, energi, pengadaan listrik, dan dukungan psikososial.
Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, mengingat data Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh mencatat hingga saat ini masih ada 91.663 jiwa dari 24.280 kepala keluarga yang tinggal di pengungsian setelah dua bulan bencana banjir dan tanah longsor melanda.
Artikel Terkait
Pakar Psikologi UMY Beberkan Modus Child Grooming dan Trauma Berkepanjangan yang Dialami Korban
Larangan Impor 12 Komoditas: Pakar UMY Ingatkan Kunci Utama adalah Produktivitas
Pakar UGM Soroti Eskalasi Unjuk Rasa Di Iran Di Titik Kritis, Ribuan Tewas dalam Kerusuhan Terparah Sejak Revolusi 1979
Dosen UGM Kembangkan Nanosilika dari Limbah Panas Bumi Sebuah Terobosan Teknologi Di Dunia Pertanian