Haryanto Hesaputra Tegaskan Semangat Berkarya Tak Mengenal Usia Lewat Album “Berdendang Menari”

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Rabu, 15 Juli 2026 | 21:03 WIB
Haryanto Hesaputra (Ist)
Haryanto Hesaputra (Ist)

 

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN -  Di saat banyak orang memilih menikmati masa pensiun dengan tenang, Haryanto Hesaputra justru mengambil langkah berbeda. Pria kelahiran Padang yang akan genap berusia 63 tahun ini membuktikan bahwa semangat berkarya tidak pernah mengenal kata berhenti. Ia resmi merilis album perdananya bertajuk “Berdendang Menari”, sebuah pencapaian penting dalam perjalanan musikalnya sejak memulai karier rekaman pada 2019.

Album “Berdendang Menari” bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan potret perjalanan hidup, mimpi, dan konsistensi Haryanto dalam bermusik. Album ini menghadirkan 11 lagu dengan warna beragam, mulai dari pop, fusion jazz, religi, hingga tema cinta, kehilangan, dan semangat menjalani kehidupan. Keberagaman genre tersebut mencerminkan eksplorasi musikal Haryanto yang luas sekaligus menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan karya yang jujur dan dekat dengan pendengar.

Dalam proses kreatif album ini, Haryanto mendapat dukungan dari musisi berpengalaman Sagi Antonio. Dari total 11 lagu, tujuh di antaranya merupakan hasil kolaborasi bersama Sagi, yang memberikan sentuhan khas sekaligus memperkaya dinamika musikal album. “Album ini adalah perjalanan panjang saya sejak merilis single pertama pada 2019. Semua karya itu akhirnya kami satukan menjadi satu album. Ini bukan akhir, justru awal untuk terus berkarya,” ungkap Haryanto.

Proses lahirnya album ini berlangsung bertahun-tahun. Haryanto awalnya merilis sejumlah single secara bertahap, termasuk beberapa lagu religi. Seiring waktu, ide-ide baru terus bermunculan hingga terkumpul 11 lagu yang dianggap layak menjadi satu kesatuan utuh. “Awalnya hanya beberapa single. Dari situ berkembang terus sampai akhirnya terkumpul sebelas lagu. Kami merasa ini sudah saatnya dijadikan sebuah album,” ujarnya. Bagi Haryanto, mengikuti tren bukanlah tujuan utama. Ia lebih memilih berkarya dengan karakter dan cerita yang ingin disampaikan melalui musik.

Semangat berkarya Haryanto juga akan berlanjut di atas panggung. Pada 15 Agustus 2026, ia dijadwalkan tampil dalam acara “Harmony At The Villa” yang dipersembahkan oleh Joglo Hesa Hinggil. Acara ini akan berlangsung di Joglo Hesa Hinggil, Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB. Penampilan Haryanto akan semakin istimewa karena acara tersebut juga menghadirkan sejumlah bintang tamu, seperti Pangea Band, Gabby Traps, dan Ghulamo Project. Kehadiran Haryanto di panggung ini menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan membagikan musik kepada pendengar.

Album “Berdendang Menari” menjadi simbol keteguhan Haryanto Hesaputra dalam meniti jalan musik. Di usia yang tak lagi muda, ia membuktikan bahwa semangat berkarya tetap menyala, bahkan semakin matang. Dengan karya yang lahir dari pengalaman hidup dan kolaborasi kreatif, Haryanto menghadirkan musik yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memberi inspirasi tentang ketulusan, konsistensi, dan keberanian untuk terus berkarya tanpa batas usia.  (Rohmat Yusuf)

 

 

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X