SIG Gerak Cepat Atasi Pasokan Semen di Aceh, Distribusi Dipercepat Harga Dijaga Stabil

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:41 WIB
 Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kedua dari kanan) memimpin koordinasi lapangan di Pabrik Lhoknga untuk memastikan ketersediaan pasokan semen di Aceh.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kedua dari kanan) memimpin koordinasi lapangan di Pabrik Lhoknga untuk memastikan ketersediaan pasokan semen di Aceh.



Banda Aceh, SUARA PEMBARUAN – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bergerak cepat mengatasi keterbatasan pasokan semen di Aceh yang terjadi akibat meningkatnya permintaan pasar. Perusahaan mengoptimalkan produksi dan memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat serta proyek pembangunan tetap terpenuhi.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, turun langsung ke Aceh untuk memimpin koordinasi lapangan sekaligus memastikan langkah percepatan pemulihan pasokan berjalan efektif. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, mengevaluasi kesiapan fasilitas produksi, distribusi, dan logistik, serta menggelar rapat koordinasi dengan jajaran manajemen.

Selain itu, Indrieffouny juga berdialog dengan distributor utama guna memastikan ketersediaan semen hingga ke tingkat pasar.

"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar," ujarnya.

Untuk mempercepat normalisasi pasokan, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya mengoptimalkan produksi di Pabrik Lhoknga, meningkatkan distribusi dari Packing Plant Lhokseumawe, serta menambah suplai melalui Packing Plant Malahayati.

Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah agar penyaluran semen berlangsung lebih cepat dan merata.

Di sisi lain, SIG menerapkan pemantauan harian terhadap stok, distribusi, dan permintaan pasar sebagai dasar pengambilan keputusan operasional secara cepat.

Menurut Indrieffouny, tantangan distribusi di Aceh memerlukan kolaborasi erat antara perusahaan, pemerintah, distributor, dan mitra logistik. Karena itu, SIG membentuk mekanisme koordinasi lintas fungsi agar setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani.

"Kami ingin memastikan masyarakat dan pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin," katanya.

SIG juga menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga. Indrieffouny menyebut perusahaan tidak menaikkan harga semen di wilayah yang terdampak bencana banjir pada akhir 2025, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, meski menghadapi tekanan kenaikan biaya produksi dan distribusi akibat meningkatnya harga batu bara, solar, serta suku cadang.

Perusahaan optimistis sinergi dengan pemerintah daerah, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan akan mampu menjaga kelancaran pasokan semen. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur, sektor perumahan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh diharapkan tetap berjalan tanpa hambatan.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Satgas PASTI Hentikan Kegiatan SNAPBOOST

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:46 WIB
X