Kedekatan Sejarah dan Budaya, Indonesia - Maroko Perkuat kemitraan Masa Depan

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 21:39 WIB
Duta Besar Kerajaan Maroko H.E. Mr. Redouane  Houssaini, saat  melakukan kunjungan kehormatan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Ist).
Duta Besar Kerajaan Maroko H.E. Mr. Redouane Houssaini, saat melakukan kunjungan kehormatan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Ist).

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Duta Besar Kerajaan Maroko H.E. Mr. Redouane Houssaini mengatakan, Pemerintah Kerajaan Maroko, membuka peluang beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan hubungan pendidikan kedua pihak.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar saat melakukan kunjungan kehormatan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8/2026).

Dikatakan, selain pendidikan, banyak peluang kerja sama antara Maroko dan Jawa Timur dalam bidang ekonomi, perdagangan, pertukaran budaya, hingga pengembangan smart city. Saat ini pihaknya mulai membahas kerangka kerja sama yang akan menjadi dasar kemitraan yang saling menguntungkan atau win-win cooperation.

Ia menambahkan, kedekatan sejarah, budaya, dan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Maroko merupakan modal penting untuk memperkuat kemitraan di masa depan.

Sementara itu Gubernur Jatim mengatakan, hubungan Indonesia dan Maroko dibangun di atas fondasi sejarah yang kuat.

Kedua negara memiliki ikatan persahabatan yang telah terjalin sejak masa perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika memperjuangkan kemerdekaan, dan semakin diperkuat melalui kunjungan kenegaraan Presiden Soekarno ke Kerajaan Maroko pada tahun 1960.

"Hubungan Indonesia dan Maroko bukan hubungan yang baru. Kedua negara memiliki sejarah panjang yang dibangun atas semangat persahabatan dan perjuangan bersama. Fondasi sejarah itu menjadi modal yang sangat kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang pada masa sekarang," tuturnya.

Pada sektor pendidikan, Khofifah menyoroti warisan intelektual Kerajaan Maroko yang dikenal dunia melalui Universitas Al-Qarawiyyin di Kota Fez, yang didirikan pada tahun 859 M oleh Fatimah Al-Fihri bersama saudarinya, Maryam Al-Fihri. Universitas tersebut diakui sebagai salah satu perguruan tinggi tertua yang masih beroperasi hingga saat ini.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik berbagai peluang kerja sama yang ditawarkan Pemerintah Kerajaan Maroko dan siap menindaklanjutinya melalui komunikasi yang lebih intensif agar segera diwujudkan dalam bentuk program yang konkret.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X