PNM Pamerkan Kekuatan Keuangan Syariah di Forum D-8, 16,1 Juta Perempuan Jadi Bukti Nyata Pengentasan Kemiskinan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 28 Juli 2026 | 18:58 WIB
PNM tampil di Halal Expo Indonesia 2026, menunjukkan model keuangan syariah inklusif yang sukses memberdayakan 16,1 juta perempuan.
PNM tampil di Halal Expo Indonesia 2026, menunjukkan model keuangan syariah inklusif yang sukses memberdayakan 16,1 juta perempuan.

Jakarta, SUARA PEMBARUAN PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memanfaatkan panggung internasional Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 untuk menunjukkan bahwa keuangan syariah tidak hanya berbicara soal transaksi, tetapi juga mampu menjadi solusi konkret dalam mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan perempuan prasejahtera.

Dalam ajang yang menjadi bagian dari kerja sama ekonomi negara-negara Developing Eight (D-8) di Jakarta, PNM hadir pada sesi HEI Talk bertema Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance. Forum tersebut diikuti delegasi dari sembilan negara anggota D-8, yakni Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, Azerbaijan, dan Indonesia.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa model pembiayaan syariah yang dijalankan PNM telah membuktikan dampak nyata bagi jutaan perempuan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia.

Saat ini, PNM melayani sekitar 16,1 juta nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) melalui 58 kantor cabang yang menjangkau 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan. Berdasarkan evaluasi perusahaan, sebanyak 74 persen nasabah mengalami peningkatan pendapatan setelah bergabung, 72 persen memiliki peran lebih besar dalam pengambilan keputusan di keluarga, sementara 90 persen merasakan peningkatan kemandirian finansial.

Sejak 2017, program Mekaar juga disebut berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga nasional hingga Rp55,81 triliun. Di sisi lain, pelaku usaha binaan PNM turut mencatatkan nilai ekspor yang telah melampaui USD3 miliar.

Dodot menilai salah satu keunggulan model PNM terletak pada penerapan social collateral, yaitu sistem tanggung renteng yang menggantikan agunan fisik dengan kepercayaan dan tanggung jawab bersama di antara anggota kelompok perempuan. Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip keuangan syariah yang mengedepankan kebersamaan dan akuntabilitas sosial.

"Enam belas juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan. Mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah," kata Dodot di hadapan para delegasi.

Ia menambahkan, kehadiran PNM dalam forum internasional tersebut bukan sekadar memaparkan capaian angka, tetapi membawa pesan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan fondasi penting dalam membangun ekonomi halal yang inklusif.

Menurut Dodot, perempuan di berbagai pelosok Indonesia yang sebelumnya belum memiliki akses terhadap layanan keuangan sesungguhnya memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, PNM berupaya membuka akses melalui pendampingan dan pembiayaan yang dilakukan secara rutin setiap pekan.

PNM juga menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional. Saat ini sekitar 73 persen portofolio pembiayaan program Mekaar telah menggunakan skema syariah. Pendekatan tersebut dipadukan dengan tiga bentuk modal, yakni modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial, sebagai fondasi pemberdayaan usaha ultra mikro.

Melalui partisipasi pada Halal Expo Indonesia 2026, PNM menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu contoh penerapan keuangan syariah yang inklusif sekaligus berdampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi halal global.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Satgas PASTI Hentikan Kegiatan SNAPBOOST

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:46 WIB
X