Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Selama lebih dari dua dekade, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus memperkuat perannya sebagai motor pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil. Sejak menerima mandat pemerintah pada 1999, perusahaan pelat merah ini konsisten menghadirkan akses pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan prasejahtera di berbagai penjuru Indonesia.
Komitmen tersebut tetap dijaga hingga memasuki era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. PNM terus memperluas jangkauan layanannya, tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil dan wilayah terluar, terdepan, serta tertinggal (3T).
Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Prasejahtera (Mekaar), PNM menghadirkan layanan yang tidak sekadar memberikan modal usaha. Pendampingan rutin, edukasi, dan penguatan kapasitas menjadi bagian penting untuk membantu perempuan pelaku usaha ultra mikro mengembangkan usahanya sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dari usaha rumahan berskala kecil, banyak nasabah Mekaar mampu mempertahankan ekonomi keluarga, membiayai pendidikan anak, hingga membuka peluang usaha yang lebih besar. PNM menilai perubahan tersebut lahir dari perpaduan antara akses permodalan, kepercayaan, dan semangat para perempuan untuk terus bangkit.
Bersama Danantara Indonesia, PNM juga terus memperluas berbagai program pemberdayaan yang memberikan dampak sosial bagi jutaan keluarga prasejahtera. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, yang menekankan pentingnya peran BUMN dalam menciptakan manfaat di luar aspek bisnis.
"BUMN didorong tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan," ujar Dony.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan keberhasilan program pemberdayaan tidak lepas dari kegigihan para nasabah yang terus berjuang di tengah berbagai keterbatasan.
"PNM hanya menjadi bagian kecil dari perjalanan mereka. Kekuatan sesungguhnya ada pada para ibu yang setiap hari memilih untuk bangkit, bekerja, dan menjaga harapan keluarganya. Tugas kami memastikan mereka tidak berjalan sendiri dan terus memiliki ruang untuk berkembang," kata Kindaris.
Menurutnya, langkah PNM juga selaras dengan visi pembangunan pemerintah melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di berbagai daerah pelosok, kehadiran PNM diwujudkan melalui layanan yang menjangkau masyarakat secara langsung. Petugas lapangan mendatangi kelompok-kelompok nasabah, membuka akses pembiayaan, sekaligus memberikan pendampingan agar perempuan pelaku usaha ultra mikro memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Bagi PNM, pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari semakin banyaknya keluarga yang mampu mandiri melalui usaha yang mereka bangun. Karena itu, perusahaan terus memastikan setiap perempuan di berbagai sudut Indonesia memiliki peluang yang setara untuk tumbuh dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Artikel Terkait
PNM Sabet Predikat Perusahaan Paling Tepercaya, Pendapatan Nasabah Mekaar Ikut Melonjak
Bukan Sekadar Pinjaman, PNM Mekaar Antar 2,35 Juta Nasabah Naik Kelas ke Keuangan Formal
PNM Buka Jalan Kerja Lulusan SMA/SMK, Lebih dari 70 Ribu Tenaga Kerja Terserap
PNM Unjuk Gigi di Halal Expo Indonesia, Model Pembiayaan Syariah Perempuan Prasejahtera Jadi Sorotan Delegasi D-8
PNM Pamerkan Kekuatan Keuangan Syariah di Forum D-8, 16,1 Juta Perempuan Jadi Bukti Nyata Pengentasan Kemiskinan