Resmikan Laboratorium Farmakologi Sido Muncul, Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar: Jamu Indonesia Harus Jadi Ikon Dunia

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 9 Juni 2026 | 18:54 WIB
Kepala Badan BPOM Taruna Ikrar meresmikan Laboratorium Farmakologi Sido Muncul di Semarang untuk memperkuat riset jamu berbasis bukti ilmiah. (SP/Stefy Thenu)
Kepala Badan BPOM Taruna Ikrar meresmikan Laboratorium Farmakologi Sido Muncul di Semarang untuk memperkuat riset jamu berbasis bukti ilmiah. (SP/Stefy Thenu)

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Industri jamu nasional memasuki babak baru. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., meresmikan Laboratorium Farmakologi milik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di kompleks pabrik perusahaan di Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (9/6).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Taruna Ikrar dan pengguntingan pita bersama Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab, serta Wakil Bupati Semarang Dra. Hj. Nur Arifah.

Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menegaskan bahwa masa depan industri herbal Indonesia harus dibangun di atas fondasi riset dan pembuktian ilmiah. Menurutnya, setiap produk yang beredar wajib memenuhi tiga aspek utama, yakni keamanan, mutu, dan khasiat yang dibuktikan melalui pengujian ilmiah.

“Penjaminan suatu produk itu aman atau tidak harus memiliki latar belakang scientific test, tidak sekadar klaim. Semua harus berbasis bukti ilmiah,” tegas Taruna.

Ia menjelaskan, BPOM memiliki peran strategis dalam mengawal seluruh siklus produk, mulai dari pengawasan pra-pasar, penerbitan izin edar, hingga pengawasan pasca-pemasaran. Karena itu, keberadaan laboratorium farmakologi dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing industri herbal nasional.

Taruna menilai Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa dan berpotensi menjadi sumber pengembangan obat herbal berbasis riset. Ia bahkan menyebut jamu sebagai identitas bangsa yang memiliki peluang besar untuk dikenal dunia, sebagaimana ginseng yang identik dengan China.

“Kalau dunia mengenal ginseng sebagai simbol pengobatan tradisional China, maka jamu harus menjadi simbol Indonesia di panggung global. Ini bukan hanya soal kebanggaan, tetapi juga kekuatan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Taruna, potensi ekonomi industri herbal nasional sangat besar dan dapat terus ditingkatkan apabila seluruh produk didukung bukti ilmiah yang kuat terkait keamanan, kualitas, dan efektivitasnya.

Irwan Hidayat dan Kepala Badan POM Taruna Ikrar saat saling memberikan cenderamata di sela-sela peresmian.

Ia pun menyambut positif hadirnya Laboratorium Farmakologi Sido Muncul yang diharapkan menjadi pusat unggulan atau center of excellence bertaraf global dalam pengembangan riset herbal.

“Kami dari BPOM mendukung secara maksimal keberadaan laboratorium ini. Mudah-mudahan menjadi pusat keunggulan dunia dalam pengembangan ilmu farmakologi berbasis kekayaan alam Indonesia,” katanya.

Sido Muncul Perkuat Riset Produk Herbal


Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, mengatakan peresmian laboratorium tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat penelitian dan pembuktian ilmiah terhadap produk-produk herbal yang selama ini telah digunakan masyarakat.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X