Semarang, SUARA PEMBARUAN – Industri jamu nasional memasuki babak baru. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., meresmikan Laboratorium Farmakologi milik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di kompleks pabrik perusahaan di Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (9/6).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Taruna Ikrar dan pengguntingan pita bersama Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab, serta Wakil Bupati Semarang Dra. Hj. Nur Arifah.
Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menegaskan bahwa masa depan industri herbal Indonesia harus dibangun di atas fondasi riset dan pembuktian ilmiah. Menurutnya, setiap produk yang beredar wajib memenuhi tiga aspek utama, yakni keamanan, mutu, dan khasiat yang dibuktikan melalui pengujian ilmiah.
“Penjaminan suatu produk itu aman atau tidak harus memiliki latar belakang scientific test, tidak sekadar klaim. Semua harus berbasis bukti ilmiah,” tegas Taruna.
Ia menjelaskan, BPOM memiliki peran strategis dalam mengawal seluruh siklus produk, mulai dari pengawasan pra-pasar, penerbitan izin edar, hingga pengawasan pasca-pemasaran. Karena itu, keberadaan laboratorium farmakologi dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing industri herbal nasional.
Taruna menilai Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa dan berpotensi menjadi sumber pengembangan obat herbal berbasis riset. Ia bahkan menyebut jamu sebagai identitas bangsa yang memiliki peluang besar untuk dikenal dunia, sebagaimana ginseng yang identik dengan China.
“Kalau dunia mengenal ginseng sebagai simbol pengobatan tradisional China, maka jamu harus menjadi simbol Indonesia di panggung global. Ini bukan hanya soal kebanggaan, tetapi juga kekuatan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Taruna, potensi ekonomi industri herbal nasional sangat besar dan dapat terus ditingkatkan apabila seluruh produk didukung bukti ilmiah yang kuat terkait keamanan, kualitas, dan efektivitasnya.
Ia pun menyambut positif hadirnya Laboratorium Farmakologi Sido Muncul yang diharapkan menjadi pusat unggulan atau center of excellence bertaraf global dalam pengembangan riset herbal.
“Kami dari BPOM mendukung secara maksimal keberadaan laboratorium ini. Mudah-mudahan menjadi pusat keunggulan dunia dalam pengembangan ilmu farmakologi berbasis kekayaan alam Indonesia,” katanya.
Sido Muncul Perkuat Riset Produk Herbal
Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, mengatakan peresmian laboratorium tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat penelitian dan pembuktian ilmiah terhadap produk-produk herbal yang selama ini telah digunakan masyarakat.
Artikel Terkait
Sido Muncul - STIKES Telogorejo Tanda Tangani Kerjasama Penelitian Obat Herbal
Sinergi Kementan dan BPOM Kembangkan Obat Herbal, Potensi Ekonomi Rp300 Triliun
BPOM Temukan 32 Produk Herbal Tidak Terdaftar, Pakar UGM Ingatkan Pentingnya Keamanan dan Aturan Pakai Obat Bahan Alam
Irwan Hidayat Dorong Negara Bangun Pasar Jamu, Industri Herbal Jateng Kian Menguat
Sido Muncul Luncurkan “SIDO HERBALPEDIA”, Perkuat Transformasi Bisnis Herbal Digital