Menurut Irwan, laboratorium akan menjadi sarana untuk menghasilkan data ilmiah secara lebih cepat sehingga perusahaan dapat mengetahui efektivitas maupun tingkat keamanan berbagai formula yang dikembangkan.
“Tujuan utama kami adalah membuktikan keamanan dan khasiat produk. Semua produk yang sudah mendapatkan izin dan labelisasi dari BPOM pasti aman dan sesuai dengan ketentuan. Tetapi kami ingin memperoleh lebih banyak bukti ilmiah untuk mengembangkan industri ini,” kata Irwan.
Ia mengungkapkan, laboratorium tersebut memungkinkan perusahaan melakukan berbagai pengujian farmakologi dan toksisitas secara lebih efisien. Hasil penelitian nantinya akan digunakan untuk memperkuat pengembangan produk maupun menjawab berbagai informasi yang beredar di masyarakat, termasuk kabar yang menyesatkan terkait produk herbal.
“Kadang muncul informasi di media sosial yang membuat masyarakat ragu. Padahal produk yang sudah memperoleh izin BPOM telah melalui proses evaluasi ketat. Dengan laboratorium ini kami ingin menghadirkan bukti-bukti ilmiah yang semakin memperkuat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Irwan mencontohkan sejumlah penelitian yang tengah dilakukan, termasuk pengujian terhadap produk herbal yang ditujukan untuk membantu menjaga kadar gula darah pada kondisi pradiabetes. Menurutnya, seluruh pengembangan produk akan terus diarahkan pada pendekatan berbasis bukti (evidence-based).
“Kalau khasiatnya belum optimal akan kami perbaiki. Orientasi kami sekarang adalah riset yang intensif sehingga obat-obat asli Indonesia memiliki dasar ilmiah yang semakin kuat,” katanya.
Berdiri Sejak 2001
Laboratorium Farmakologi Sido Muncul sebenarnya telah berdiri sejak 2001. Awalnya laboratorium beroperasi di bangunan semi permanen di area belakang pabrik. Seiring meningkatnya kebutuhan penelitian, pada 2019 fasilitas tersebut dipindahkan ke gedung permanen yang lebih modern dengan luas sekitar 288 meter persegi dan mulai beroperasi pada Januari 2020.
Selama lebih dari dua dekade, laboratorium tersebut telah digunakan untuk berbagai penelitian, mulai dari uji toksisitas akut, uji toksisitas subkronis, uji teratogenik, uji stamina, hingga penelitian aktivitas obat cacing.
Dalam pengembangan riset, Sido Muncul juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Diponegoro, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Maranatha.
Salah satu produk yang telah melalui berbagai pengujian adalah Tolak Angin. Berdasarkan hasil penelitian bersama akademisi, produk tersebut dinyatakan aman digunakan sesuai aturan konsumsi. Pengujian juga menunjukkan tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan pada penggunaan jangka panjang serta tidak mengganggu fungsi hati maupun ginjal.
Dengan diresmikannya Laboratorium Farmakologi tersebut, Sido Muncul berharap dapat mempercepat lahirnya berbagai inovasi herbal berbasis riset, sekaligus memperkuat posisi jamu Indonesia sebagai produk kesehatan yang diakui secara ilmiah di tingkat global.*
Artikel Terkait
Sido Muncul - STIKES Telogorejo Tanda Tangani Kerjasama Penelitian Obat Herbal
Sinergi Kementan dan BPOM Kembangkan Obat Herbal, Potensi Ekonomi Rp300 Triliun
BPOM Temukan 32 Produk Herbal Tidak Terdaftar, Pakar UGM Ingatkan Pentingnya Keamanan dan Aturan Pakai Obat Bahan Alam
Irwan Hidayat Dorong Negara Bangun Pasar Jamu, Industri Herbal Jateng Kian Menguat
Sido Muncul Luncurkan “SIDO HERBALPEDIA”, Perkuat Transformasi Bisnis Herbal Digital