Magelang, SUARA PEMBARUAN – BPJS Kesehatan mencatat capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mencapai 98,49 persen per 31 Mei 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh penduduk di dua provinsi tersebut telah terlindungi oleh Program JKN.
Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, Rahmad Asri Ritonga, mengatakan Program JKN telah memberikan dampak besar bagi masyarakat, mulai dari peningkatan akses layanan kesehatan hingga perlindungan terhadap risiko beban biaya kesehatan yang tinggi.
“Program JKN menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mencegah kemiskinan akibat biaya berobat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas nasional,” ujarnya dalam acara media gathering BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI di Magelang, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah peserta JKN di Jawa Tengah dan DIY mencapai 41,77 juta jiwa atau 98,49 persen dari total penduduk. Namun demikian, tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 76,29 persen sehingga menjadi salah satu fokus yang terus diperkuat oleh BPJS Kesehatan.
Rahmad menjelaskan, BPJS Kesehatan terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu layanan kepada peserta. Salah satunya melalui pengembangan berbagai kanal layanan yang memudahkan masyarakat mengakses informasi dan pelayanan administrasi tanpa harus datang ke kantor cabang.
Saat ini peserta dapat memanfaatkan layanan digital seperti Mobile JKN, PANDAWA, Care Center 165, VIOLA, media sosial, hingga layanan tatap muka melalui kantor cabang, BPJS Keliling, dan Mal Pelayanan Publik.
Selain memperluas akses layanan, BPJS Kesehatan juga terus memperkuat layanan kesehatan berbasis digital. Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengakses antrean online, telekonsultasi, riwayat pelayanan kesehatan melalui i-Care JKN, hingga berbagai layanan administrasi lainnya.
Di sisi lain, Asisten Deputi Kepesertaan dan Mutu Layanan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI, Henri Army Iriawan, mengungkapkan bahwa secara nasional jumlah peserta JKN telah mencapai 285,25 juta jiwa atau setara 98,94 persen dari total penduduk Indonesia per 31 Mei 2026. Tingkat keaktifan peserta secara nasional tercatat sebesar 79,86 persen.
Menurut Henri, penguatan kepesertaan aktif menjadi salah satu fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Pemerintah menargetkan cakupan peserta JKN sebesar 98,6 persen dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 80 persen.
Ia menegaskan, keberhasilan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh tingginya cakupan kepesertaan, tetapi juga oleh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan peserta tetap aktif dan memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.
“Perlindungan kesehatan merupakan hak dasar warga negara. Karena itu optimalisasi pelaksanaan Program JKN membutuhkan dukungan lintas sektor sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022,” kata Henri.
BPJS Kesehatan juga mencatat peningkatan kepuasan peserta dari tahun ke tahun. Indeks kepuasan peserta JKN meningkat dari 87,6 pada 2022 menjadi 92,9 pada 2025, menunjukkan semakin baiknya kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.
Hingga Mei 2026, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan 3.523 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Kehadiran jaringan fasilitas kesehatan tersebut dinilai semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Rahmad menambahkan, keberlangsungan Program JKN membutuhkan sinergi seluruh ekosistem kesehatan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat sebagai peserta.
“Kolaborasi seluruh ekosistem JKN sangat diperlukan untuk memastikan keberlangsungan Program JKN bagi generasi penerus yang lebih unggul,” pungkasnya.*
Artikel Terkait
Faskes Go Digital! BPJS Kesehatan Semarang Ganjar Penghargaan Bintang 5 untuk Layanan JKN Makin Praktis
Dirut BPJS Kesehatan Buka Fakta: “Berobat Itu Mahal, Cuma Ada yang Bayarin”
Mudik Lebaran 2026 Lebih Tenang, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Aktif di Seluruh Indonesia
Gas 100 Hari Kerja! Direksi Baru BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Andalan untuk Peserta JKN
Komitmen Iuran BPJS Kesehatan Diperkuat, Bengkulu Capai Cakupan Kesehatan Semesta 100 Persen