Sido Muncul - STIKES Telogorejo Tanda Tangani Kerjasama Penelitian Obat Herbal

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 31 Mei 2024 | 12:26 WIB
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berfoto bersama Ketua STIKES Telogorejo dr Swanny usai penandatanganan naskah kerjasama.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berfoto bersama Ketua STIKES Telogorejo dr Swanny usai penandatanganan naskah kerjasama.



 

 


Semarang, suarapembaruan.news - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali melakukan kerjasama dengan akademisi. Kali ini kerja sama dilakukan Sido Muncul dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo, Semarang, Jawa Tengah. 

 

Bentuk kerja sama yang dilakukan mencakup beberapa hal yaitu Penyelenggaraan penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat, kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya, kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar dan lokakarya, serta peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia. 

 


Penandatanganan kerjasama (MOU) dilakukan pada Jumat, (31/5), di Pabrik Sido Muncul oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Telogorejo dr. Swanny Trikajanti W, M.Kes., Ph.D.

 

Turut hadir pada kesempatan ini Ketua Pembina Yayasan Kesehatan Telogorejo Harjanto Halim, M.Sc., Ketua Pengawas Yayasan Kesehatan Telogorejo Rohadi Hartawidjaja, S.H., Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo dr. Koesbintoro Singgih, M.M.

 


Dalam kesempatan tersebut, Irwan Hidayat mengatakan, kekayaan alam Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas obat-obatan herbal. Dari 28.000 lebih tanaman di Indonesia, baru 360 jenis tanaman obat yang baru terdaftar di BPOM.

 

"Melalui kerjasama dengan dunia pendidikan ini harapannya mereka bisa turut berperan melakukan penelitian terhadap potensi alam di sekitarnya untuk dikembangkan menjadi obat-obatan alami”, tambah Irwan. 

 

Dijelaskan, kerjasama ini sejalan dengan program pemerintah, khususnya BPOM yang menargetkan setiap tahun ada minimal 50 tanaman yang dipatenkan sebagai tanaman obat, dari 28.000 tanaman yang ada di Indonesia. Apalagi, universitas memiliki tenaga-tenaga peneliti yang handal, khususnya pada fakultas farmasi dan kedokteran. 

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X