Jejak Cheng Ho Buka Jalan Baru Jateng, Dari Diplomasi Budaya hingga Investasi Global

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 2 Juli 2026 | 17:23 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu

Semarang, SUARA PEMBARUAN — Jejak sejarah Laksamana Cheng Ho kembali dimanfaatkan sebagai pintu masuk diplomasi budaya dan penguatan ekonomi Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng International Zheng He Society dari Singapura untuk memperluas kerja sama di bidang kebudayaan, investasi, hingga perdagangan internasional.

Kolaborasi itu mengemuka dalam kunjungan kehormatan Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu bersama delegasi pengusaha dari Singapura dan Tiongkok ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). Rombongan diterima langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran Pemprov Jateng.

Luthfi mengatakan, hubungan historis antara Jawa Tengah dan Laksamana Zheng He atau Cheng Ho menjadi fondasi penting untuk membangun kerja sama yang lebih luas. Menurut dia, ikatan sejarah itu tak hanya relevan untuk penguatan sektor budaya, tetapi juga berpotensi membuka ruang kolaborasi di bidang investasi dan perdagangan.

“Beberapa pengusaha yang dibawa beliau juga sudah berinvestasi di KITB Batang,” ujar Luthfi.

Ia menyebut Singapura hingga kini masih menjadi salah satu kontributor utama investasi asing di Jawa Tengah. Dari total Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah itu, porsi investasi dari Singapura tercatat cukup dominan, yakni mencapai 48 persen.

Selain investasi, hubungan dagang Jawa Tengah dengan Singapura juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, nilai ekspor Jawa Tengah ke negara tersebut mencapai US$114,96 juta. Sejumlah komoditas unggulan yang diminati pasar Singapura di antaranya tembakau, produk kayu, serta tekstil.

Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu menilai Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, memiliki kekuatan sejarah yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia. Menurutnya, kekayaan narasi sejarah yang dimiliki Semarang bisa menjadi modal penting untuk menarik perhatian dunia internasional.

“Kami banyak bergerak di bidang budaya, artificial intelligence, dan teknologi baru untuk mempromosikan kebudayaan,” kata Zhang Lu.

Ia menilai promosi budaya pada era sekarang tidak cukup hanya mengandalkan objek wisata fisik. Daerah perlu membangun narasi sejarah yang kuat agar mampu menarik wisatawan, investor, pelaku industri kreatif, hingga komunitas internasional yang tertarik pada pengembangan budaya.

“Semoga ke depan bisa terhubung dengan Semarang, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga menarik lebih banyak investor, kru film, perdagangan, dan kolaborasi lainnya,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Zhang Lu juga mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menghadiri konferensi internasional dan gala dinner di Singapura pada September 2026. Agenda itu diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat penjajakan kerja sama di sektor budaya, investasi, perdagangan, dan pariwisata antara Jawa Tengah dengan mitra internasional.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
X