DBS Treasures Melonjak 289 Persen, Strategi Investasi Emas dan AI Jadi Andalan Hadapi Gejolak Pasar

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:43 WIB
DBS Treasures catat laba tumbuh 289 persen. Strategi diversifikasi investasi, emas, dan AI jadi kunci menghadapi volatilitas global.
DBS Treasures catat laba tumbuh 289 persen. Strategi diversifikasi investasi, emas, dan AI jadi kunci menghadapi volatilitas global.

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – PT Bank DBS Indonesia melalui layanan DBS Treasures mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan di tengah tantangan ekonomi global dan volatilitas pasar yang masih berlangsung. Hingga Mei 2026, layanan wealth management tersebut membukukan Net Profit After Tax (NPAT) yang meningkat 289 persen secara tahunan (year on year/YoY), sekaligus melampaui target anggaran perusahaan sebesar 157 persen.

Kinerja positif tersebut turut didorong oleh pertumbuhan jumlah nasabah baru yang mencapai 73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di saat yang sama, tingkat penetrasi layanan investasi atau wealth penetration tetap terjaga stabil.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan perubahan perilaku nasabah affluent dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor yang mendorong transformasi layanan wealth management perusahaan.

Menurutnya, ketidakpastian geopolitik, fluktuasi pasar global, dan dinamika ekonomi membuat nasabah semakin membutuhkan strategi investasi yang berbasis data, relevan, serta mampu memberikan arah yang jelas dalam pengambilan keputusan keuangan.

“Kami secara konsisten mengedepankan strategi wealth management yang berbasis insight yang objektif, komprehensif, berorientasi pada peluang, dapat ditindaklanjuti, serta relevan dengan pendekatan personal yang berpusat pada nasabah,” ujar Melfrida.

Sepanjang 2026, pasar keuangan menghadapi berbagai tantangan. Data hingga Mei menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi hampir 30 persen, sementara arus keluar modal asing mencapai sekitar Rp41,16 triliun. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global serta perubahan arah kebijakan suku bunga.

Meski demikian, Bank DBS Indonesia tetap mencatat pertumbuhan yang kuat. Perusahaan menilai hal ini tidak lepas dari meningkatnya kepuasan nasabah terhadap layanan investasi yang mengombinasikan wawasan investasi regional dari Chief Investment Office (CIO) DBS dengan teknologi machine learning dalam memberikan rekomendasi portofolio yang lebih personal.

Atas pencapaian tersebut, Bank DBS Indonesia berhasil meraih penghargaan Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia. Pengakuan itu melengkapi prestasi CIO DBS yang sebelumnya dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A.

Di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian, Bank DBS Indonesia menilai strategi diversifikasi tetap menjadi pendekatan yang paling relevan bagi investor jangka panjang.

Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik, kebijakan perdagangan global, serta inflasi yang masih tinggi menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan internasional.

Ia menyebut salah satu strategi utama yang direkomendasikan CIO Office DBS adalah mempertahankan posisi overweight pada emas sebagai instrumen investasi defensif. Pilihan tersebut didukung oleh meningkatnya minat investor terhadap emas di berbagai negara.

Pada kuartal pertama 2026, permintaan investasi emas global secara nilai tercatat melonjak 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara di Indonesia, permintaan emas batangan meningkat hingga 47 persen.

Sejalan dengan tren tersebut, Bank DBS Indonesia menghadirkan akses investasi emas global melalui produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan nilai investasi minimum Rp5 miliar. Selain itu, perusahaan juga meluncurkan 16 produk investasi baru yang telah dikurasi untuk membantu nasabah membangun portofolio yang lebih tangguh dalam berbagai kondisi pasar.

Dalam memperkuat layanan kepada nasabah, Bank DBS Indonesia juga mengintegrasikan insight investasi global dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning. Informasi investasi tersebut disampaikan melalui berbagai kanal digital seperti WhatsApp dan email, kemudian dibahas lebih lanjut bersama Relationship Manager untuk disesuaikan dengan profil dan tujuan finansial masing-masing nasabah.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X