Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Raksasa Infrastruktur AI Asia Tenggara Berkapasitas 1 Gigawatt

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Indosat meluncurkan Zankore, platform AI berskala raksasa bersama NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo untuk memperkuat ekosistem AI Asia.
Indosat meluncurkan Zankore, platform AI berskala raksasa bersama NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo untuk memperkuat ekosistem AI Asia.

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi meluncurkan Zankore by Indosat, sebuah platform infrastruktur kecerdasan buatan (AI) hasil kolaborasi strategis dengan Ooredoo Group, NVIDIA, dan Nokia. Inisiatif ini menjadi langkah besar untuk membangun ekosistem AI generasi terbaru yang ditujukan bagi pasar global dengan Asia-Pasifik sebagai titik awal pengembangannya.

Peluncuran Zankore menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan komputasi AI yang aman, andal, dan berkapasitas besar di kawasan Asia-Pasifik. Proyek ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan AI regional melalui pembangunan AI Factory berbasis arsitektur NVIDIA DSX yang ditargetkan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW).

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan AI di kawasan. Menurutnya, perpaduan sumber daya nasional, talenta digital, serta kolaborasi dengan mitra teknologi global akan mempercepat lahirnya infrastruktur AI yang berdaulat sekaligus memberikan manfaat bagi dunia usaha maupun masyarakat luas.

"Pemerintah siap mendukung penuh inisiatif yang memperkuat daya saing digital Indonesia sekaligus memastikan manfaat AI dapat dirasakan secara adil dan merata di seluruh negeri," ujarnya.

Group Chief Executive Officer Ooredoo Group, Aziz Aluthman Fakhroo, mengatakan investasi pada infrastruktur AI merupakan fondasi penting bagi ekonomi digital masa depan. Ia menegaskan, kolaborasi empat perusahaan tersebut akan melahirkan platform yang tidak hanya menopang pertumbuhan bisnis jangka panjang, tetapi juga mempercepat ambisi pengembangan AI di Asia Tenggara.

Sementara itu, President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut perkembangan AI kini telah memasuki fase implementasi nyata di berbagai sektor industri. Kondisi tersebut membuat kebutuhan daya komputasi meningkat pesat dan membutuhkan ekosistem AI yang terintegrasi.

Menurutnya, Zankore menghadirkan fondasi lengkap mulai dari model AI seperti Sahabat-AI hingga jaringan cerdas berbasis AI Grid dan AI-RAN yang siap mempercepat adopsi AI dalam skala enterprise.

Pada tahap awal, Zankore menargetkan menghadirkan kapasitas sekitar 200 megawatt (MW) yang ditenagai GPU NVIDIA GB300 NVL72 pada paruh pertama 2027. Platform tersebut juga akan memanfaatkan teknologi NVIDIA DSX MaxLPS yang mampu mengoptimalkan penggunaan daya secara dinamis sehingga kapasitas komputasi dapat meningkat hingga 40 persen tanpa penambahan konsumsi listrik.

Dalam kemitraan ini, Ooredoo Group berperan sebagai penyedia modal jangka panjang sekaligus memperluas jangkauan platform ke tingkat regional. Indosat menghadirkan kekuatan jaringan dan basis pelanggan di Indonesia, NVIDIA menyediakan teknologi accelerated computing beserta ekosistem AI global, sedangkan Nokia mendukung infrastruktur jaringan berbasis AI yang aman dan berperforma tinggi.

President and CEO Nokia, Justin Hotard, mengatakan pembangunan AI modern membutuhkan integrasi komputasi, konektivitas, dan sistem kontrol yang berjalan secara harmonis. Menurutnya, teknologi jaringan AI-native Nokia akan menjadi tulang punggung platform AI generasi baru yang sedang dibangun bersama para mitra.

Senada dengan itu, Senior Vice President Telecom NVIDIA, Ronnie Vasishta, menilai AI Factory akan menjadi infrastruktur strategis bagi setiap negara dan industri. Ia optimistis platform Zankore akan mempercepat transformasi digital di Asia Tenggara sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis kecerdasan buatan.

Untuk mengawal pengembangan bisnis, Zankore menunjuk Vikram Sinha sebagai Director sekaligus Chairman of the Board, didampingi Aziz Aluthman Fakhroo, Thomas Chevanne, Vishal Gupta, Arijit Ranjan Sarker sebagai anggota dewan direksi, serta Ulf Ewaldsson sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Dengan menyasar penyedia layanan cloud, sektor industri, pemerintah hingga pengembang AI, Zankore diharapkan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekosistem AI di Asia Tenggara. Platform ini dirancang untuk mempercepat inovasi, memperluas pemanfaatan AI, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang lebih berkelanjutan di kawasan.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Satgas PASTI Hentikan Kegiatan SNAPBOOST

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:46 WIB
X