Tingkatkan Mutu Sawit Bengkulu, 145 Petani Dapat Pelatihan Budidaya dan Pemetaan

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Senin, 10 Agustus 2026 | 12:31 WIB
Buah kelapa sawit atau tandan buah segar (TBS) hasil panen masyarakat Bengkulu.(Foto/Dok)
Buah kelapa sawit atau tandan buah segar (TBS) hasil panen masyarakat Bengkulu.(Foto/Dok)

Bebgkulu, SUARA PEMBARUAN – Sebanyak 145 petani dari Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Seluma mengikuti Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 di Hotel Horison Bengkulu, Senin (10/8/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut memberikan materi teknik budidaya kelapa sawit serta pemetaan lokasi perkebunan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dan DG Learning Institute (DGL) sebagai lembaga pelaksana.

Direktur Utama DGL Learning Institute, M Gema Aliza Putra, mengatakan pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi petani, baik dari sisi teori maupun keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

“Target jangka pendeknya adalah materi yang diberikan instruktur benar-benar bermanfaat bagi petani, khususnya di Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Seluma,” kata Gema.

Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga kemampuan praktis atau hard skill dan soft skill, terutama terkait teknik budidaya serta pemetaan perkebunan.

Pendampingan Berlanjut Pascapelatihan


Gema menegaskan, proses pembelajaran tidak berhenti setelah pelatihan selesai. DGL akan melakukan monitoring terhadap peserta selama tiga dan enam bulan setelah kegiatan.

“Kami juga memberikan konsultasi gratis, khususnya di bidang teknis budidaya,” ujarnya.
Monitoring dilakukan secara digital melalui Learning Management System (LMS). Setiap peserta mendapatkan akun untuk mengikuti sekaligus merekam perkembangan proses pembelajaran.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransyah, mengapresiasi pola pendampingan tersebut. Ia meminta para peserta mengikuti pelatihan secara serius dan menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing.
“Yang terpenting adalah semangat kita untuk belajar. Ilmu yang kita dapat harus dipelajari, kemudian diterapkan dan dipraktikkan ketika di lapangan,” katanya.

Ia menilai sistem monitoring melalui LMS penting untuk memastikan pelatihan memberikan dampak nyata. 

“Pelatihan ini tidak hanya selesai setelah kegiatan berakhir. Setelah itu tetap dipantau melalui LMS. Kita bisa melihat apakah ilmu yang diberikan benar-benar diaplikasikan peserta di lapangan,” ujarnya.

Dorong Peningkatan Kualitas Sawit Bengkulu
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan daerah.

Luas perkebunan rakyat kelapa sawit di Bengkulu disebut mencapai lebih dari 330 ribu hektare dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) sekitar 1 juta ton per tahun. Namun, tinggi priduksi diikuti dengab penibgkatan kualitas.


“Rata-rata rendemen kelapa sawit kita di Bengkulu masih di bawah 20 persen. Sementara provinsi tetangga sudah lebih dari 22 persen,” katanya.
Perbedaan kualitas tersebut, lanjutnya, turut memengaruhi harga tandan buah segar (TBS) sawit petani Bengkulu yang masih lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi tetangga.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:57 WIB
X