Langkah Strategis Keraton Yogyakarta Dan PT. Jasa Marga di Akses TolBokoharjo

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:17 WIB
Gubernur DIYSri Sultan Hamengku Buwono X bersama jajaran direksi PT. Jasa Marga dok. Humas PT. Jasa Marga
Gubernur DIYSri Sultan Hamengku Buwono X bersama jajaran direksi PT. Jasa Marga dok. Humas PT. Jasa Marga

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN — PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mengakselerasi investasi infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Melalui sinergi strategis dengan Pemerintah Daerah DIY dan kabupaten setempat, emiten jalan tol bersandi saham JSMR ini mengembangkan Akses Bokoharjo untuk memperkuat koridor logistik, mendorong sektor pariwisata, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan Jawa.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi jajaran Direksi Jasa Marga dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta, Kamis (6/8). Pertemuan tingkat tinggi itu membahas percepatan operasional jalan tol sekaligus memetakan dampak ekonomi terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, memaparkan bahwa kehadiran jaringan tol ini dirancang tidak sekadar sebagai infrastruktur mobilitas, melainkan sebagai katalisator fiskal dan ekonomi yang memperlancar distribusi barang, jasa, serta arus kunjungan wisatawan. "Pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani kami lakukan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul dan Gunungkidul. Kami menargetkan akses ini siap beroperasi secara fungsional untuk mendukung momentum Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027," ujar Rivan, Jumat (7/8).

Dari sisi kesiapan korporasi dan finansial, portofolio pembangunan infrastruktur Jasa Marga di DIY mencatatkan performa solid. Jalan Tol Jogja–Solo Paket 1.2 segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 km mencatat progres fisik 92,54% per 24 Juni 2026, melampaui target dengan deviasi positif 0,20%. Sementara Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 km mencapai progres konstruksi 98,68% per 3 Juli 2026 dan diproyeksikan beroperasi komersial pada akhir 2026. Untuk Akses Bokoharjo, kesiapan lahan telah mencapai 99,38% per 1 Juli 2026, dengan seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA) yang rampung.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif percepatan proyek strategis nasional ini. Menurutnya, kualitas konstruksi dan kecepatan pembebasan lahan menjadi kunci agar efek berganda ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat. "Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendukung perekonomian," tegas Sri Sultan.

Akses Bokoharjo diproyeksikan menjadi simpul vital yang terintegrasi langsung dengan Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) 2 serta jalur alternatif Prambanan–Gading. Koridor ini akan memangkas waktu tempuh logistik dan distribusi wisatawan secara signifikan menuju klaster destinasi premium seperti Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, hingga Tebing Breksi.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang melakukan peninjauan lapangan bersama jajaran Direksi Jasa Marga di Gerbang Tol Purwomartani, turut menyoroti potensi ekonomi ini. "Dengan akses yang semakin baik, wisatawan dapat menjangkau destinasi unggulan kami lebih cepat tanpa harus melewati kepadatan di pusat Kota Yogyakarta. Ini tentu berdampak langsung pada peningkatan okupansi hotel, pertumbuhan UMKM, dan perputaran uang di masyarakat," kata Endah.

Melalui integrasi fiskal dan pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah—khususnya dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pemerataan ekonomi dari bawah—jaringan tol garapan Jasa Marga ini diyakini akan menjadi motor penggerak utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY di masa mendatang.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prof Juanda. : Penggantian Kapolri Absolud Presiden

Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:31 WIB
X